
BULELENG – Dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dimiliki, Desa Tunjung Kecamatan Kubutambahan membuat terobosan baru, menggerakkan perekonomian masyarakat dan mengatasi masalah pengangguran.
Melalui usaha simpan pinjam, BUMDes tidak hanya menyalurkan pinjaman lunak dengan bunga 1% untuk menggerakkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) tapi juga biaya keberangkatan generasi muda ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Melalui program pinjaman lunak 1% kami berupaya memfasilitasi keberangkatan masyarakat, terutama angkatan kerja di Desa Tunjung untuk bisa bekerja ke luar negeri, bekerja di kapal pesiar,” ungkap Perbekel Desa Tunjung Kecamatan Kubutambahan, I Made Sadia, Rabu (20/4/2022) usai mengikuti sosialisasi penggunaan dana hibah dan bansos.
Perbekel Sadia menandaskan, program pinjaman tanpa jaminan atau agunan dengan bunga 1% digulirkan bersama agen penyalur tenaga kerja kapal pesiar milik Ketua BUMDes Tunjung Mekar Desa Tunjung.
“Agen penyalur tenaga kerja kapal pesiar ini kebetulan milik Ketua BUMDes, beliau sebelumnya sempat bekerja di kapal pesiar,” jelasnya. Pinjaman lunak untuk biaya keberangkatan tenaga kerja ke luar negeri juga dilakukan dengan pertimbangan terbukanya peluang kerja di luar negeri dan keuntungan demografi indonesia yang saat ini hampir 60% penduduknya berusia produktif.
“Sampai saat ini tercatat, sudah 30 orang angkatan kerja di Desa Tunjung yang difasilitasi keberangkatannya ke luar negeri untuk bekerja di kapal pesiar,” ungkap Sadia sembari menegaskan untuk menjamin keamanan bekerja di luar negeri, calon naker wajib mengikuti latihan kerja, bahasa inggris, tes dan melengkapi administrasi sebagai syarat mendapat fasilitas dari BUMDes. (kar,dha)








