
Aditya Putra Thama, Ketua Panitia Musprov FORKI Bali
DENPASAR – Menjelang beberapa hari helatan Musyawarah Provinsi (Musprov) Pengprov FORKI Bali yang rencananya dilangsungkan pada 26 April 2022, sampai saat ini masih belum muncul nama bakal calon (balon) ketua umum (ketum). Agenda Musprov itu sendiri salah satunya yang cukup penting yakni pemilihan ketua umum periode 2022 – 2026.
Seperti diutarakan Ketua Panitia Musprov FORKI Bali Aditya Putra Thama, memang nama muncul untuk balon ketum biasanya last minute di masa penutupan pendaftaran pada 23 April 2022. Pasalnya untuk balon pastinya di diskusikan dulu dengan matang di masing-masing pemilik suara atau voter.
“Persyaratan pendaftaran balon itu umum seperti cabor lainnya. Kalau di FORKI minimal 1/3 dukungan dari jumlah voter yang ada. Jadinya balon ketum minimal mengantongi 5 dukungan dari 15 pemilik suara yang ada. Jadi kalau ada balon minimal didukung 8 suara sudah pasti akan aklamasi,” ujar Aditya Putra Thama yang juga pelatih tim karate PON Bali saat PON XX/2020 di Papua lalu, Rabu (20/4/2022).
Ditambahkan pria yang juga mantan karateka penghuni Pelatnas tahun 2013 silam itu, semua persiapan sudah dilakukan termasuk membagikan Tata tertib (Tatib) Musprov dan sudah diterima 15 voter pada 18 April 2022.
“Semuanya sudah fix. Tinggal menunggu atau melihat perkembangan selanjutnya terkait siapa balon ketum yang maju nantinya. Pastinya kami akan menjalankan agenda musprov yang digelar di Sanur ini sesuai dengan aturan dan AD/ART FORKI,” tegas Aditya.
Disebutkannya, 15 voter itu terdiri dari Pengkab/Pengkot FORKI di Bali denan jumlah 9 daerah plus 6 perguruan karate resmi dibawah FORKI Bali. Keenam perguruan karate itu tak lain, KKI, INKAI, Lemkari, Inkanas, Gojukai dan Shiroite. Sedangkan ada dua perguruan karate lagi yang keberadaannya sudah ada namun belum resmi dibawah FORKI Bali yakni Kyo Kushinkai dan Wadokai.
“Tapi kedua perguruan itu tetap kami undang sebagai peninjau,” pungkas Aditya. (ari/jon)








