
DENPASAR – Ratusan orang mengenakan pakaian adat menggelar demo depan Kantor Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali di Jalan Ratna, Denpasar, Jumat (8/4/2022) siang. Aksi itu bersamaan dengan Lokasabha VIII PHDI Bali di Puspem Badung.
Aksi yang dimulai pukul 11.30 WITA itu mendapat pengamanan puluhan personel gabungan Polresta Denpasar, Polsek Denpasar Utara dan Polda Bali dipimpin Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Made Uder.
Kepada wartawan, Kompol I Made Uder mengatakan ada 100 orang peserta aksi dari Forkom Taksu Bali. Mereka menggelar orasi serta menampilkan pertunjukan calonarang dan meminta PHDI Bali berbenah melihat suatu kebenaran tentang ajeg Bali sehingga pengurusnya dapat merombak sistem dan tidak mengakui sampradaya.
Yang menyita perhatian, aksi diwarnai tindakan penyegelan terhadap pagar Kantor PHDI Bali menggunakan tali kuning mirip police line.
“Itu bukan police line, hanya tali kuning yang mirip saja. Sudah kami cek tidak ada tulisan polisinya. Kemungkinan itu tali proyek,” tegas Kompol Uder.
Peserta aksi membubarkan diri sekitar pukul 11.50 WITA. Ia berharap pemangku kebijakan (PHDI) dan pihak yang berseteru bisa bersama merumuskan hasil terbaik.
“Kami berharap jika ada kekurangan agar para pihak bisa menemukan keputusan yang terbaik untuk Bali sehingga situasi kamtibmas tidak bergejolak dan tetap kondusif. Apalagi, Bali akan menggelar event internasional,”harapnya. (dum)








