
KARANGASEM – Semakin memanaskan konflik di Desa Adat bugbug, Karangasem menjadi atensi khusus Kapolres Karangadem AKBP Ricko AA Taruna. Setelah rencana media pertama gagal menemukan solusi, Kapolres kembali berencana menggelar mediasi ulang.
Kapolres Karangasem, AKBP Ricko AA Taruna, yang hadir ditengah-tengah krama adat Bugbug, Senin (4/4/2022) mengaku sangat menyayangkan gerakkan yang dilakukan kelompok penentang tersebut. Pasalnya gerakkan yang dilakukan dengan mengerahkan kekuatan massa (peoples power), itu tanpa ada pemberitahuan dan tidak dilengkapi dengan izin keramaian.
“Beberapa hari yang lalu bapak-bapak sudah diminta hadir untuk mediasi tetapi tidak hadir, tolong apabila diundang kembali agar hadir karena undangan tersebut bertujuan untuk mediasi sehingga situasi Kamtibmas kondusif,” ucap Kapolres, seraya meminta warga pulang ke rumah masing-masing untuk melanjutkan ibadah dan bekerja.
Pada kesempatan itu Kapolres Ricko AA Taruna, juga mengimbau, warga yang terlibat dalam menyampaikan aspirasi ke MDA untuk tidak terprovokasi atau memprovokasi keadaan Karangasem yang sudah aman damai dan bersama mencegah penyebaran Covid 19.
“Pengerahan massa seperti ini jangan sampai terulang kembali. Aspirasi harus disampaikan lebih bijak dan jangan sampai tersulut emosi,” pesan Kapolres dan mendapat tepuk tangan dari warga sebagai wujud komitmen bersama dalam mewujudkan Karangasem yang aman dan damai.
Terhadap gerakkan yang dilakukan kelompok warga penentang itu, Kapolres menjadwalkan untuk melakukan mediasi ulang yang rencananya akan dilaksanakan di Wantilan Kantor Bupati Karangasem 11 April mendatang. Pertemuan berjalan kondusif, perwakilan warga pendukung Mas Suyasa juga menyatakan kesediannya untuk hadir dalam mediasi nanti. (wat/jon)








