
BULELENG – Berbagai terobosan dilakukan oleh Direksi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Pasar Arga Nayottama Kabupaten Buleleng dalam mengelola Pasar Banyuasri.
Tak hanya optimalisasi pendapatan melalui pelaksanaan e-Parkir, bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng, Perseroda Pasar Arga Nayottama juga mengolah limbah pasar menjadi eco enzyme, sebagai pengganti desinfektan dan pupuk organik.
“Pemanfaatan limbah pasar berupa buah-buahan dan sayur menjadi eco enzyme, kami lakukan sejak munculnya pandemi Covid-19, awal tahun 2020 lalu,” ungkap Dirut Perseroda Pasar Arga Nayottama Buleleng, Made Agus Yudiarsana, Minggu (27/3/2022) usai memantau pengolahan limbah menjadi eco enzyme.
Pengolahan limbah pasar menjadi eco enzyme, kata Yudi Arsana, juga termotivasi oleh tingginya kebutuhan desinfektan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, pemenuhan kebutuhan pupuk organik petani dan penetralisir bau.
“Pembuatan eco enzyme dari limbah pasar, dilakukan oleh seluruh jajaran Perseroda Pasar Argo Nayottama tanpa melibatkan pihak lain. Hanya dengan melihat dan menerapkan panduan dari internet maupun informasi petugas dinas lingkungan hidup,” terangnya.
Saat ini, eco enzyme hasil produksi induk/unit pasar di Kabupaten Buleleng dimanfaatkan untuk desinfeksi pada areal pasar setempat. “Kedepannya, eco enzyme dari limbah pasar ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (kar,dha)








