
TABANAN – Penilaian Tengah Semester (PTS) untuk tingkat SMP di Tabanan dimulai Senin (14/3/2022). Siswa dari 38 sekolah Negeri dan satu sekolah swasta mengikuti PTS secara daring melalui aplikasi google form. Namun beberapa siswa mengalami kendala, baik HP yang hang (rusak), tidak punya kuota, hingga sulit sinyal di hari pertama PTS.
Informasi yang berhasil dihimpun, pelaksanaan PTS hari pertama tingkat SMP di Tabanan secara umum berjalan lancar. Siswa menerima soal di aplikasi google form di HP. Selanjutnya mereka langsung mengerjakan soal tersebut di HP atau pakai laptop. Kemudian jawaban juga dikirim lewat aplikasi tersebut juga.
Meski demikian , tidak sepenuhnya berjalan lancar. Sejumlah mengalami kendala untuk menjawab bahkan untuk mendapatkan soal melalui google form. Seperti dialami sejumlah siswa di Pupuan yang kesulitan sinyal.
“Karena sulit sinyal, guru mengirim soal lewat aplikasi Whatsapp dalam format PDF, selanjutnya siswa menjawab dan mengirim jawaban lewat aplikasi tersebut juga,” ungkap Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan AA Wahyuni.
Diakui, sinyal menjadi kendala yang dikhawatirkan dialami siswa maupun sekolah, terutama di beberapa wilayah seperti Pupuan dan Baturiti. Namun secara umum kata Gek Wahyuni, pelaksanaan PTS hari pertama di Tabanan berjalan lancar.
“Memang kendala sinyal, menjadi perhatiannya, tapi itu hanya dialami beberapa siswa karena lokasi rumah mereka yang memang sulit sinyal seluler. Namun secara umum berjalan lancar,” sebutnya.
Sementara itu informasi yang dihimpun, ada siswa di SMPN 4 Tabanan di Desa Tunjuk terpaksa mengikuti PTS di sekolah karena Hp-nya Hang tidak bisa dicharge. Siswa lainnya juga ada yang melakukan hal serupa karena tidak memiliki kuota untuk menerima soal maupun menjawab secara online.
“Memang ada siswa yang mengalami hal tersebut, tapi mereka bisa tes dengan datang ke sekolah,” ungkap Gek Wahyuni lagi.
Sementara itu salah satu guru SMPN 4 Tabanan I Wayan Radiarsa ketika dikonfirmasi mengakui hal tersebut. Informasi dari wali kelas, kalau siswa tersebut mengikuti PTS di sekolah karena Hp-nya hang tidak bisa dicharge. Begitupun ada satu siswa yang tidak memiliki kuota dan sudah mendapat telepon dari pihak orang tua, sehingga juga mengerjakan soal PTS di sekolah
“Ya benar, mereka (siswa) datang ke sekolah untuk mengerjakan tes, kami sudah menyiapkan perangkat komputer atau laptop yang bisa digunakan siswa untuk menjawab soal. Jadi tidak masalah. Kalau HP sudah tidak masalah dan ada kuota mereka bisa mengerjakan soal secara daring,” katanya. (jon)








