
KUTA – Belasan meter senderan Tukad Mati Legian mengalami ambrol. Itu diperkirakan terjadi akibat kondisi cuaca, yang beberapa kali berpengaruh pada naiknya debit air di Tukad Mati. Lurah Legian Ni Putu Eka Martini tidak memungkiri hal tersebut.
Kata dia, kejadian tersebut telah terjadi beberapa hari lalu. Namun kini, itu sudah langsung ditindaklanjuti pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida.
“Petugas BWS sudah melakukan survei. Itu dilakukan atas koordinasi Ketua LPM Legian yang melaporkan kejadian tersebut. Untuk pastinya, mungkin bisa ditanyakan kepada Ketua LPM,” sebutnya, Rabu (23/2/2022).
Terpisah, Ketua LPM Legian I Wayan Puspa Negara menyebutkan, ambrolnya senderan tersebut diketahuinya, Selasa (22/2/2022) siang. Lokasinya, berada di depan Vila Jepun.
Khawatir meluas, dirinya langsung menyampaikannya kepada pihak BWS. Dengan harapan, agar kondisi tersebut bisa segera mendapat sentuhan penanganan.
“Kami harap ini bisa segera rampung sebelum kondisi air Tukad Mati naik lagi. Hal itu sangat berpotensi terjadi, karena saat ini masih dalam masa musim hujan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA) BWS Bali Penida Made Denny Setya Wijaya mengaku sudah menerjunkan tim untuk melakukan survei. Setelah itu, tentunya itu akan dilanjutkan dengan pengerjaan fisik.
Diperkirakannya, hal tersebut dipicu pula faktor usia dinding tersebut. Senderan itu sudah dibangun sejak tahun 2004 silam. Faktor lainnya, sambung dia, adalah berupa penurunan tanah yang dipicu tingginya intensitas hujan belakangan ini. (adi/jon)








