
BULELENG – Meski kasus konfirmasi cenderung menurun, sosialisasi edukatif mencegah penyebaran virus Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan vaksinasi, tetap gencar dilakukan Satgas Covid-19 Kabupaten Buleleng.
Untuk menghindari fatalitas pasien Covid-19, Satgas Covid-19 Buleleng juga mengajak warga masyarakat untuk mengikuti vaksinasi lengkap dosis I, dosis II dan vaksinasi booster.
“Penerapan prokes secara ketat, memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan dan vaksinasi adalah cara terbaik untuk dapat terhindar, tidak terpapar atau terinveksi Covid-19. Untuk menghindari fatalitas, kematian akibat terinveksi Covid-19, masyarakat kita imbau agar mengikuti vaksinasi lengkap dosis I, II dan booster,” tandas koordinator bidang data dan informasi Satgas Covid-19 Buleleng, Ketut Suwarmawan, Senin (21/2/2022) usai memantau vaksinasi.
Didampingi Kadiskes Buleleng Sucipto, Kadiskominfosanti Buleleng ini mengungkapkan vaksin lengkap disarankan karena berdasarkan data kementerian kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, sebanyak 69 persen pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia, belum mendapat vaksin dosis lengkap, memiliki penyakit bawaan atau komorbid dan berusia lanjut.
“Data ini menunjukkan vaksinasi dosis lengkap sangat penting dilakukan untuk mencegah tingkat keparahan, fatalitas akibat terinfeksi Covid-19 khususnya bagi warga yang masuk kelompok rentan yakni kelompok lansia, anak-anak dan orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid,” tandas Suwarmawan dibenarkan Kadiskes Sucipto.
Selaku koordinator tim medis, Sucipto menyatakan vaksinasi lengkap dibutuhkan untuk memaksimalkan imun tubuh. “Sehingga kalaupun terinfeksi Covid-19, bisa segera pulih dan tidak sampai terjadi fatalitas,” pungkasnya. (kar,dha)








