
KUTA – Gubernur Bali I Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, turut menyaksikan tibanya penerbangan SQ-938 rute Singapura-Denpasar, di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Rabu (16/2/2022). Pesawat Singapore Airlines Boeing 787-10 itu mendarat di pulau dewata pada pukul 11.52 Wita, dengan membawa 159 orang penumpang.
“47 orang penumpang di antaranya adalah warga negara Indonesia dan sisanya adalah warga negara asing,” sebut Gubernur Koster.
Seluruh penumpang dipastikan telah melalui prosedur berlaku. Termasuk dalam kaitan dengan protokol kesehatan cegah Covid-19. Bahkan itu dinilai berjalan lancar tanpa hambatan.
“Ini merupakan ujian kaitan dengan penerapan protokol kesehatan, khususnya bagi para Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) atau wisatawan mancanegara,” ucapnya.
Itu, sekaligus menjadi penanda mulai berjalannya penerbangan internasional melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Bahkan sebelumnya, Garuda Indonesia telah mendahului dengan penerbangan langsung Narita-Denpasar. Hanya saja ketika itu, jumlah penumpangnya tidak sebanyak yang diangkut oleh SQ-938.
“Penerbangan Garuda Indonesia dari Narita ke Denpasar, satu minggu sekali, yakni di setiap hari Kamis. Sedangkan Singapore Airlines rencananya setiap hari,” sambungnya.
Selain kedua maskapai tersebut, Gubernur Koster juga mengaku telah mendapat surat dari manajemen Jetstar Asia Airways. Yang di dalamnya juga menyebutkan rencana melakukan penerbangan penumpang dengan menggunakan pesawat Airbus A320, rute Singapura-Denpasar.
“Tadi saya sudah mendapat konfirmasi, itu rencananya tanggal 16 Maret 2022. Tapi saya berharap bisa lebih cepat lagi dari tanggal 16,” sebutnya.
Di samping itu, Gubernur Koster juga mengaku senantiasa menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Direktur Utama Garuda Indonesia. Yakni berkaitan dengan rencana penerbangan langsung rute Sydney-Denpasar.
“Kebetulan Dirut Garuda ini adalah sahabat baik saya sesama alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), satu angkatan. Jadi saya minta tolong pada beliau agar Garuda segera melakukan penerbangan dari Australia, dimulai dari Sydney-Denpasar. Beliau sudah OK, berkomitmen untuk melaksanakan, rencananya 4 Maret 2022,” ungkapnya.
Kaitan dengan itu pula, atas komunikasi dengan Pusat, masa karantina telah diupayakan untuk dipersingkat. Dari awalnya 7 hari, kemudian berkurang jadi 5 hari, dan sekarang sudah menjadi 3 hari saja.
“Rencana saya kalau bisa di awal Maret itu sudah tanpa karantina. Sehingga para wisatawan yang berkunjung ke Bali ini tidak perlu terlalu lama menjalani karantina sepanjang memenuhi protokol kesehatan, yaitu negatif swab PCR pada saat keberangkatan dan negatif swab PCR pada saat kedatangan,” bebernya.
Penerbangan langsung masuk Bali, diharapkan sekaligus menjadi ajang promosi, bahwa Bali mampu mengelola kedatangan PPLN dengan menerapkan protokol kesehatan secara baik. Walau diakuinya, pada saat ini hal tersebut masih dikemas dengan sistem bubble, melibatkan 27 akomodasi wisata di wilayah Provinsi Bali.
“Untuk penumpang yang datang hari ini dengan menggunakan pesawat SQ, penyebarannya lumayan. Ada di Kuta, Ubud, Sanur, dan Nusa Dua,” sambungnya sembari berharap agar perkembangan penerbangan itu turut membawa imbas positif terhadap pemulihan pariwisata dan ekonomi masyarakat di Provinsi Bali.
Harapan tersebut dipastikan telah dibarengi pula dengan langkah-langkah penanganan terhadap Covid-19, termasuk varian Omicron. Agar itu benar-benar terkendali, sehingga memberi citra postif dan secara psikologis juga menumbuhkan rasa aman dan nyaman berkunjung di Bali.
“Kita berharap penerbangan ke Bali ini akan semakin banyak ke depannya, dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” ucapnya sembari mengajak segenap stakeholder untuk mengelola kedatangan PPLN secara baik, sehingga berbagai pertemuan internasional yang nantinya terselenggara di Bali, juga dapat berjalan lancar.
“Sekali lagi saya sampaikan, saya terus berupaya agar ke depan tidak lagi ada karantina. Yang penting wisawatan bersangkutan sudah PCR dengan hasil negatif, vaksinnya lengkap, maka saya kira sudah cukup bagi kita untuk menerima wisatawan dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (adi/jon)








