
Kalaksa BPBD IB Arimbawa
KARANGASEM—Gejala klinis dan tanda-tanda yang dimiliki, kasus konfirmasi postif Covid-19 di Karangasem sebagian besar mengarah ke varian omicron. Bahkan, kasus yang ada terus mengalami peningkatan dan sudah tembus pada level tiga digit.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengatakan, meroketnya kasus warga yang terpapar Covid-19 mulai menyeruak Senin (7/2/2022). Tapi penambahanan kasus mulai terasa sejak Selasa (8/2/2022) dengan jumlah kasus sebanyak 272 orang.
“Semua pasien yang dinyatakan positif sudah mejalani perawatan di RSUD Karangasem dan RS Bali Med, ada juga yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing,” terangnya.
Ketersediaan bad occupancy rate (BOR), kata Arimbawa sampai saat ini baru terisi pasien sekitar 58 persen. Rinciannya, dari jumlah kapasitas 119 bed baru tersisi 70 bed. Sedangkan sisanya sekitar 49 belum berisi alias masih kosong.
“Ketersedian BOR sampai saat ini mas mencukupi. Semoga tak ada penambahan kasus lagi,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, dr I Gusti Bagus Putra Pertama, menjelaskan, berdasarkan gejala klinis warga yang dinyatakan positif, semuanya mengarah ke varian omicron yang penyebarannya sangat cepat.
“Dari tanda-tanda dan kejala klinis yang dialami, pasien postif sebagai besar terkena omicron,” ungkapnya.
Melihat kondisi itu, Putra Pertama, mengimbau seluruh masyarakat Karangaem untuk tetap disiplin menerepakan prokes secara benar, yakni memakai masker yang benar, cuci tangan dengan air dan sabun, jaga jarak minimal satu meter (physical / social distancing), dan terpenting berprilaku hidup yang bersih serta sehat. (wat/jon)








