
KUTA – Penerbangan internasional perdana di tengah pandemi Covid-19 pada Rabu (3/2/2022) lalu, tidak ubahnya sebagai sebuah pancingan. Karena 6 dari 12 orang penumpang penerbangan rute Narita-Denpasar tersebut adalah bagian dari program Warm Up Vacation layaknya We Love Bali versi internasional.
Meski demikian, hal tersebut tetap mendapat dukungan dari para pelaku pariwisata pulau dewata. Salah satunya yakni Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya. Menurut dia, hal itu juga merupakan bentuk promosi pariwisata Bali.
Mereka, sambung dia, didatangkan untuk menceritakan pengalaman selama berlibur di Bali dengan mekanisme bubble. Langkah tersebut diharapkan berjalan efektif dalam mengawali geliat pariwisata Bali.
“Kedatangan mereka manfaatnya adalah promosi bagi Bali. Ini kami harap dapat meningkatkan animo masyarakat untuk datang ke Bali. Saya optimis, karena Bali sudah sangat dikenal di Jepang,” sebutnya belum lama ini.
Dalam rangka menggenjot angka kunjungan wisatawan mancanegara, Suryawijaya mengungkapkan bahwa rapat koordinasi bersama pihak maskapai dan stakeholders lainnya sudah berulang kali digelar. Karena sangat disadari, Bali tidak bisa hanya mengandalkan wisatawan domestik, melainkan harus diimbangi dengan kunjungan wisatawan asing.
Tidak dipungkirinya, itu berkaitan pula dengan kekuatan spending of money yang dimiliki. Yang mana wisatawan mancanegara rata-rata terbilang lebih tinggi ketimbang domestik. Pun demikian soal masa tinggal, yang cenderung lebih lama dibandingkan domestik.
Lebih jauh disampaikannya pula, saat ini program Warm Up Vacation itu memang masih hanya memanfaatkan 5 akomodasi wisata saja. Ke depan, itu diharapkan bisa meluas, sehingga sektor ekonomi lokal bisa benar-benar tergerak secara merata. (adi/jon)








