
KUTA – Pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA-881, menjadi pesawat penerbangan internasional pertama yang mendarat di Bali di tengah pandemi Covid-19. Penerbangan rute Narita-Denpasar mengangkut 12 penumpang yang terdiri dari 6 WNA Jepang dan 6 WNI.
Setibanya di terminal internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, 12 penumpang bersangkutan langsung menjalani SOP yang diberlakukan di tengah situasi pandemi Covid-19. Seperti pengecekan dokumen keimigrasian dan kesehatan, serta swab PCR.
Mewakili Gubernur Bali, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjokorda Bagus Pemayun mengaku sangat berterimakasih atas pembukaan rute penerbangan tersebut. Karena itu diyakini dapat membawa implikasi positif pada perkembangan perekonomian masyarakat.
“Dengan pembukaan rute ini, diharapkan menjadi awal yang baik kebangkitan pariwisata Bali,” ucapnya membacakan sambutan Gubernur Bali Wayan Koster.
Pemerintah Provinsi Bali, ditegaskan dia, selalu berusaha untuk mencari solusi terbaik untuk bangkit kembali di tengah pandemi. Termasuk di antaranya dengan optimalisasi pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi. Selain itu, juga menyiapkan paket hotel karantina dengan sistem bubble.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Nia Niscaya menyebut bahwa pihaknya akan terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka kebangkitan pariwisata dan ekonomi Bali. Seperti halnya dengan Garuda Indonesia, yang diyakini dapat memberikan angin segar bagi pariwisata Bali.
Prosedur dipastikan telah disiapkan untuk menyambut para penumpang penerbangan internasional. Di antaranya seperti prosedur karantina bubble pada 5 akomodasi yang telah diverifikasi.
“Konsep karantina bubble ini, wisatawan tetap berada dengan kelompoknya dari kedatangan sampai beraktivitas di hotel yang sama dalam kurun waktu 5 hari 4 malam,” ucapnya.
Terpisah, Direktur Layanan dan Niaga Garuda Indonesia Ade R Susardi menerangkan, dibukanya penerbangan rute internasional tersebut merupakan wujud kolaborasi Pemerintah Pusat dengan Provinsi Bali. Penerbangan tersebut, merupakan bagian dari upaya memaksimalkan potensi pasar secara berkesinambungan, baik itu angkutan kargo maupun penumpang.
Mengutip siaran pers dari pihak Garuda Indonesia, penerbangan internasional regular perdana di tahun 2022 itu dilakukan dengan menggunakan armada A330-300. Penerbangan tersebut turut mengangkut komoditas kargo dari Jepang sebesar 30 ton, yang terdiri dari sparepart konstruksi, otomotif, hingga barang elektronik.
Pengoperasian penerbangan tersebut, katanya sejalan dengan diresmikannya rute penerbangan khusus kargo Denpasar – Narita via Manado yang mulai beroperasi pada Rabu (2/2/2022) lalu dan turut diselaraskan dengan kebijakan pemerintah terkait pembukaan akses pintu masuk internasional Bali mulai tanggal 4 Februari 2022.
Diresmikannya rute penerbangan Narita – Denpasar tersebut merupakan hasil kerja sama antara Garuda Indonesia dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali serta Kedutaan Besar RI di Jepang. Pada tahap awal, penerbangan Narita-Denpasar akan melayani penumpang yang telah memiliki visa bisnis maupun masyarakat yang telah memenuhi kriteria perjalanan lainnya sesuai dengan ketentuan perjalanan internasional yang berlaku di Indonesia.
Adapun rute penerbangan Narita – Denpasar tersebut dilayani satu kali di setiap minggunya. Yakni pada hari Kamis, dengan nomor penerbangan GA 881 yang akan diberangkatkan dari bandara internasional Narita pada pukul 09.15 LT dan akan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar pada pukul 16.00 WITA.
Lebih lanjut, pesawat yang dioperasikan untuk melayani penerbangan tersebut merupakan armada yang sebelumnya digunakan sebagai angkutan khusus kargo dengan rute penerbangan Denpasar – Narita melalui Manado yang beroperasi sebanyak 1 kali per minggu setiap hari Rabu. (adi/jon)








