
KLUNGKUNG- Penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Klungkung kembali melonjak. Bahkan paska Kabupaten Klungkung sempat menyandang status zona hijau pada 19 Januari 2022, hanya berselang 12 hari, kasus Covid-19 naik signifikan.
Jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSU Klungkung hingga Minggu (30/1/222) sudah menembus angka 33 pasien. Belum lagi mereka yang terkonfirmasi positif sedang menjalani isolasi mandiri.
Kondisi ini berimbas pada siswa di Klungkung yang sedang melaksanakan pembelajaran tatap muka di tengah masa pandemi. Tercatat sudah ada lima siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang terkonfirmasi positif Covid-19. Empat siswa merupakan siswa SMP Negeri 3 Dawan dan satu siswa SMP Negeri 2 Semarapura.
Upaya antisipasi guna mencegah munculnya klaster sekolah terus dilakukan pihak sekolah. SMP Negeri 2 Semarapura misalnya, melaksanakan tracing dan testing terhadap 30 siswa kelas IX F, Senin (31/1/2022). Itu setelah salah seorang siswanya positif Covid-19 dan sempat masuk sekolah.
“Hasilnya baru diketahui positif, setelah siswa tersebut sempat masuk sekolah. Hari ini dilakukan tracing dan testing terhadap siswa di kelas sembilan F,” tandas Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga, Ketut Sujana bersama Kepala SMP Negeri 2 Semarapura Ida Bagus Astawa.
Selesai trecing dan testing, siswa kelas IX F langsung dipulangkan dan kelas tersebut lockdow selama lima hari.
“Anak-anak dilayani (pembelajaran) secara daring,” kata Sujana.
Sementara siswa SMP Negeri 3 Dawan, awalnya hanya satu orang siswa kelas IX B terkonfirmasi positif karena penyebaran klaster keluarga. Setelah dilakukan tracing di sekolah, siswa yang lain negatif Covid-19.

Namun setelah ada tracing di tingkat desa, kembali dua orang siswa SMP Negeri 3 Dawan dinyatakan positif Covid-19. Penyebaran virus corona melalui klaster keluarga dicurigai makin meluas menimpa siswa sekolah. Sebab, ada juga siswa SD Negeri 2 Bakas dan siswa SMP Negeri 3 Banjarangkan, sempat kontak erat dengan keluarganya yang terkonfirmasi positif. Hingga berita ini diturunkan, hasil testing dari dua siswa tersebut belum keluar.
“Saya sudah ingatkan kembali kepada kepala sekolah dan para guru agar meningkatkan disiplin protokol kesehatan di masing-masing sekolah. Meskipun semua sekolah sudah lengkap ada alat pengecekan suhu, handsanitezer, tempat cuci tangan, tapi yang terpenting sarana itu dimanfaatkan dengan baik. Mari waspadai klaster sekolah ! mudah-mudahan tidak berkembang,” demikian Sujana. (yan)








