
KARANGASEM—Partai Hanura Bali memanas, menyusul Ketua DPC Hanura Karangasem, I Made Arnawa dicopot dari jabatannya sebagai ketua partai di Karangasem, dalam Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) yang digelar di sekretariat DPD Hanura Bali, Sabtu (22/1/2022).
Arnawa menilai Muscablub yang digelar Ketua DPD Partai Hanura Bali, I Kadek Arimbawa (Lolak) itu, tidak sah. Pasalnya, SK Pengurus DPC Partai Hanura Karangasem No. 379/B.2/DPP-HANUR/VIII/2020 tentang Susunan Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) masa bakti 2020-2025 sudah dicabut dengan SK DPP Nomor 001/B.2/DPP-HANURA/I/2022 tentang Pencabutan Surat Keputusan yang telah diterbitkan DPP, tentang Susunan Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Partai Hanura di Seluruh Indonesia.
Menurut Arnawa, SK pencabutan 001 tentang kepengurusan yang dikeluarkan DPP itu, sebagai bukti, sudah tidak ada lagi kepungurusan DPC di Indonesia, termasuk juga di Karangasem. Dia juga mempertanyakan kapasitas Muscablub yang digelar Arimbawa itu. Alasannya, pasca SK Pencabutan dari DPP itu, secara otomatis tidak ada pengurus DPC Partai Hanura di Karangasem. Dia juga mempertanyakan peserta Muscablum yang digelar Ketua DPD Partai Hanyura Bali itu.
“Pencopatan saya sebagai Ketua DPC tak lebih dari arogansi Ketua DPD. Saya tidak akan tinggal diam diperlakukan semena mena seperti ini,” tegas Arnawa, dikonfirmasi Senin (24/1/2022).
Menurut Arnawa, pencopotan dirinya sebagai Ketua DPC Partai Hanura, Karangasem, tidak lepas dari kekecewaan Lolak saat Pilkada Karangasem 2020 lalu. Ikhwalnya, awal proses Pilkada di Karangasem, DPC Partai Hanura Karangasem saat itu dipimpin Bu Luh Purnaminingsih, sudah intens menjalin komunikasi politik dengan calon petahana Bu Mas Sumatri. Bahkan, waktu itu isu santer berkembang, Ketua DPD Partai Hanura Bali diduga sudah mengambil mahar kepada kandidat.
“Isu mahar menghantui DPD Hanura Bali, membuat saya ditunjuk sebagai Ketua DPC menggantikan Bu Luh Purnaminingsih. Dari pergantian ini rekomendasi Partai Hanura justru diberikan kepada paket Dana Dipa. Barangkali ini sebagai pemicunya dan seolah-olah seorang Ketua DPD “ditelikung” Ketua DPC,” kenangnya.
Sebelum pencopotan dilakukan, Arnawa mengaku sempat dipanggil Lolak ke DPD Partai Hanura Bali, pasca Gede Pasek Suardika (GPS) sebagai Sekjen DPP Partai Hanura. Dari hasil perdebatan waktu itu, Lolak meragukan loyalitas dirinya terhadap Partai Hanura, karena memiliki kedekatan dengan GPS.
“Dia mengkhawatirkan saya akan bermain di dua kaki dan mengancam soloiditas Partai Hanura. Saat itu dia bilang kalau DPD Partai Hanura Bali mengambil sikap akan melakukan restrukturisasi Pengurus DPC Partai Hanura Karangasem. Saya rasa alasan kedekatan saya dengan GPS terlalu dibuat- buat, karena selain saya masih banyak temen temen pengurus lainnya yang juga dekat dengan dia,” pungkas Arnawa.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Hanura Bali, I Kadek Arimbawa, belum bisa dikionfirmasi berkaitan langkah pencopotan yang dilakukan kepada Ketua DPC Partai Hanura Karangasem I Made Arnawa, dikonfirmasi melalui aplikasi chat WhatsApp, yang bersangkutan tidak menjawab. (wat/jon)








