Hakim Tolak Gugatan Sengketa Tanah, Bendesa Adat Guwang : Kami Siap Puputan !

0
229
Desa Adat Guwang mendatangi Kantor DPRD Gianyar sebagai upaya mengawal sidang sengketa tanah, Senin (22/11/2021).

GIANYAR – Majelis hakim Pengadilan Negeri Gianyar menolak gugatan I Ketut Gde Dharma dalam perkara sengketa tanah dengan tergugat Desa Adat Guwang, Desa Dinas Guwang, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Gianyar, Rabu (19/1/2022), majelis hakim diketuai Erwi Harlond P. menilai I Ketut Gde Dharma tidak dapat membuktikan dalil gugatannya mengenai kepemilikan tanah. Sebaliknya, tanah tersebut milik Desa Adat Guwang yang dikuasai lebih dari 100 tahun tanpa ada keberatan dari pihak manapun.

“Penggugat tidak bisa membuktikan kepemilikan pipil. Pipil bukan sebagai bukti kepemilikan atas tanah harus didukung oleh bukti lain. Misalnya, sporadik penguasaan fisik tanah dan lain-lain,” jelas Humas PN Gianyar Erwin Harlond kepada wartawan, Kamis (20/1/2022).

Sementara, Bendesa Adat Guwang Ketut Karben Wardana mengatakan, sesuai putusan yang diupload, gugatan penggugat seluruhnya ditolak dan satupun dalil tidak bisa dibuktikan.

“Sebaliknya, rekonvensi kami dikabulkan. Kami gugat balik, tanah desa di atas isi kantor desa, LPD dan Pasar Tenten sudah bersertifikat. Tanah SD juga dinilai sah. Itu dikabulkan rekonvensi,” ujar Ketut Karben didampingi kuasa hukum I Made Adi Seraya, dkk.

Hanya, kata Bendesa Adat Guwang Ketut Karben Wardana, sebagian rekonvensi (gugatan balim) yang tidak dikabulkan adalah ganti rugi Rp 100 miliar. Gugatan balik ini dilakukan karena masyarakat merasa terancam dan terintimidasi takut kehilangan pasar.

“Hanya meteriil fakta di sidang yang dikabulkan. Ada 62 bukti surat, ada 3 sertifikat asli, dan 7 orang saksi ahli,” beber Ketut Karben Wardana.

Ia menambahkan, penguasaan adat tidak harus lewat sertifikat karena sudah digunakan bersama dan turun temurun. Tahun 2017, Kementerian Agraria menyebut desa adat bisa terbitkan sertifikat.

“Itu alasannya kenapa baru disertifikatkan,” ungkapnya.

Bagaimana jika penggugat mengajukan banding ? “Kami siap puputan. Walaupun banding, kasasi, kami siap kawal sampai tuntas,” tandasnya.

Sementara, penggugat I Ketut Gde Dharma Putra belum memberikan tanggapan.

“Nanti sama adik saya langsung, sebentar tiyang WA,” ujarnya singkat. (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 3 =