
Foto bersama pengurus HAKLI Buleleng periode 2022-2027 usai pelantikan
BULELENG – Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kabupaten Buleleng periode 2022-2027 yang baru dilantik, programkan pengelolaan sampah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) berbasis sumber. Pengolahan sampah B3 berbasis sumber ini menjadi prioritas dimasa Pandemi Covid-19 karena jumlahnya yang semakin meningkat.
“Dalam jangka pendek kami akan menggencarkan sosialisasi edukasi terkait pengelolaan sampah B3 kepada masyarakat dan jangka panjangnya kami berharap bisa turut serta mengelola sampah B3 dalam skup kabupaten,” ungkap Ketua DPC HAKLI Kabupaten Buleleng, I Gede Sugiarta, Jumat (14/1/2022) usai pelantikan di Cozy Resto Pantai Penimbangan.
Senada dengan Ketua DPC HAKLI Kabupaten Buleleng periode 2022-2027, Wayan Suartha yang hadir mewakili Ketua DPD HAKLI Provinsi Bali mengapresiasi terobosan yang dilakukan HAKLI Buleleng.
“Kami berharap, seluruh DPC HAKLI memiliki terobosan-terobosan inovatif dalam tata kelola lingkungan sehingga bermmanfaat bagi keslamatan lingkungan dan kesehatana masyarakat. Karena, penyelamatan dan kesehatan, termasuk pengelolaan sampah B3 yang menjadi isu global yang harus kita sikapi bersama-sama, secara sinergis, bukan hanya kami yang tergabung dalam organisasi HAKLI, tapi juga instansi terkait dan masyarakat demi terwujudnya kesehatan lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Buleleng, Sucipta meskipun ragu karena adanya regulasi pemerintah pusat yang membatasi tata kelola sampah B3, namun tetap mendorong dan mendukung terobosan yang dilakukan HAKLI Buleleng.
“Saat ini, banyak rekan-rekan di Buleleng dan juga Bali, yang ingin mengelolan sampah B3, namun karena ada aturan Kemenkes Republik Indonesia terkait pengolahan sampah B3 hanya pada perusahaan di Sidoarjo,” ungkapnya.
Selain penambahan cost angkutan, kondisi ini membuat insenerator yang ada di Puskesmas tidak berfungsi.
“Kami berharap, HAKLI bersama instansi terkait mendapat solusi terbaik dalam penanganan sampah B3 ini,” pungkasnya. (kar/jon)








