
BULELENG – Penyerahan 348 Surat Keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil (SK-CPNS) Formasi Tahun 2019, tak hanya dimanfaatkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana untuk menyampaikan apresiasi atas hasil seleksi yang telah dilalui. Pada momentum pengambilan sumpah sebagai CPNS, Bupati Suradnyana juga berpesan agar seluruh CPNS yang dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar mengedepankan etika dalam bekerja.
“Untuk kemampuan, saya tidak meragukan adik-adik karena sudah menjalani proses perekrutan CPNS yang sangat ketat dan profesional melalui sistem Computer Assisted Test (CAT),” tandas Bupati Suradnyana, Rabu (12/1/2022) pada acara yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja.
Mantan Ketua Komisi III DPRD Bali ini menegaskan jika kemampuan tidak dilandasi dengan etika, semua akan percuma karena PNS berada pada satu struktur organisasi dengan tugas pokok serta fungsi (tupoksi) masing-masing, berinteraksi dan memiliki koneksi dengan perangkat daerah yang lain.
“Bagi saya, etika ini penting dan saya minta arahan ini agar dijalankan. Hal yang paling baik dalam berkehidupan adalah berkomunikasi dan bermasyarakat dengan baik,” jelasnya.
PNS yang baru dilantik juga diminta untuk tidak pindah keluar Buleleng minimal 10 tahun. “Mengingat Buleleng masih kekurangan pegawai khususnya PNS, dan diharapkan benar-benar mengisi jabatan dan mungkin merangkap pekerjaan,” tandasnya.
Sementara Sekda Buleleng Gede Suyasa didampingi Kepala BKPSDM Gede Wisnaya menandaskan, 348 CPNS Formasi Tahun 2019 dilantik menjadi PNS setelah menjalani pelatihan dasar dan masa percobaan selama 1 tahun.
“Dari 348 CPNS yang diangkat sebagai PNS, 197 orang diantaranya tenaga guru, 95 orang tenaga kesehatan dan 56 orang tenaga teknis. Ada dua lulusan IPDN yang juga ikut dilantik dan diambil sumpahnya pada rangkaian acara ini,” jelasnya.
Suyasa berharap PNS yang baru dilantik dapat bekerja dengan sebaik-baiknya. “Menjadi pelayan publik yang baik, dengan ketulusan, keihklasan, integritas dan komitmen terhadap pemerintah daerah sehingga bisa menjadi teladan di masyarakat,” pungkasnya. (kar,dha)








