
Taman Sukasada Ujung salah satu objek wisata andalan di Karangasem
KARANGASEM – Pademi Covid-19, memiliki dampak sangat serius pendapatan asli daerah (PAD) Karagasem dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR). Tahun 2021, pendapatan dari sektor ini hanya mencapai Rp 1,5 miliar. Kondisi tersebut jauh berbeda sebelum pandemi.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Karangasem, I Wayan Ardika, Rabu (5/1/2022) mengatakan, saat ini sektor pariwisata masih belum bisa dihadalkan dalam mendongkrap PAD Karangasem. Kendati demikian, pihaknya sangat optimis seiring semakin melandainya pandemi Covid-19 sektor tersebut akan bisa bangkit kembali.
“Pariwisata menjadi sektor paling terpukul selama pandemi covid-19 ini. Biasanya PAD Karangasem dari sektor ini antara Rp 15 hingga 20 miliar,” jelasnya mantan Sekretaris Dewan Karangasem itu.
Mengawali tahun baru 2022, kata Ardika, Pemkab Karangasem akan terus berupaya dalam peningkatan pendapatan. Salah satunya menggenjot pendapatan dari sektor pajak MBLB yang menjadi sektor andalan Karangasem. Selain sektor lain yang juga menjadi sumber pendapatan.
“Intinya harus bekerja maksimal. Semua sektor berpeluang untuk bisa menghasilkan pendapatan,” tandasnya.
Sementara itu, kerja keras Pemkab Karangasem dan DPRD Karangasem dalam menekan kebocoran pendapatan pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) naik 139 persen. Bahkan tahun 2021, capaian MBLB mencapai Rp 51 Miliar lebih. Capaian ini melebihi target yang dipasang yakn Rp 46 Miliar.
“Kalau dibanding 2020 lalu jauh sekali realisasinya, ditargetkan Rp 20 miliar, namun realisasinya hanya Rp 21 miliar,” ungkapnya.
Dari capaian itu, di tahun 2022 ini, pendapatan dari sektor galian C di target cukup tinggi. Yakni Rp 75 miliar. Dengan kondisi pandemi, Ardika mengaku cukup sulit, karena target yang dipasang langsung melesat dari capaian tahun 2021. Hanya saja pihaknya akan tetap berupaya maksimal untuk memenuhi target tersebut. Salah satunya kembali meningkatkan pengawasan dengan menekan kebocoran-kebocoran di sektor galian C ini.
Bukan itu saja, mendongkrak pendapatan dari pajak MBLB, kata Ardika, Pemkab Karangasem juga telah menaikan harga dasar pasir. Dari yang sebelumnya Rp 70 ribu per kubik, menjadi Rp 100 ribu per kubik.
“Kendati berat bisa mencapai target Rp 75 Miliar, kami akan selalu berusaha maksimal,” katanya.
Hal terberat dalam mendongkrak pendapatan pada sektor galian C adalah menekan kebocoran. Dan, ini kata Ardika sudah disikapi dengan merancang penerapan portal digital. Saat ini pihaknya telah melakukan kajian untuk mewujudkan penerapan portal digital sebagai upaya mencegah kebocoran.
Sementara itu, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangasem di tahun 2021 mencapai Rp 227 Miliar. Capaian ini melampaui target yang ditentukan yakni senilai Rp 219 miliar.
“Ada kenaikan sekitar Rp 8 miliar. Dari dulu pendulang terbesar PAD Karangasem ya pajak MBLB ini. Di tengah pandemi, hanya MBLB yang menjadi sumber pendapatan terbesar,” pungkasnya. (wat/jon)








