
KUTSEL – Pihak desa adat menggelar prosesi pecaruan, pasca temuan tubuh manusia membusuk pada salah satu titik tebing wilayah Pecatu, Selasa (4/1/2022). Pecaruan dilaksanakan untuk membersihkan kembali area yang termasuk disucikan itu.
Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta mengatakan, lokasi penemuan mayat tersebut merupakan lahan milik pribadi. Namun biasanya juga dipergunakan masyarakat tertentu, sebagai jalur tikus untuk menuju pantai.
“Memang itu lahan pribadi. Tapi karena itu ada di wewengkon atau wewidangan Prasanak Ida Bathara di Pura Goa Batu Metandal dan Pura Luhur Uluwatu, maka ini adalah kewajiban kami. Kami bermaksud untuk membersihkan kembali secara niskala, area yang memang kami sucikan,” ungkapnya menuturkan prosesi upacara yang dihadiri pula oleh pemilik lahan, serta Pangelingsir Puri Agung Jero Kuta sebagai Pengempon Pura Luhur Uluwatu.
Harapan ke depan, kata Sumerta, tentu agar hal-hal semacam itu tidak lagi terjadi di wilayah Pecatu. Termasuk ketika itu kaitan dengan salah pati ataupun ulah pati.
“Di sana sesungguhnya sudah dipasang tali agar tidak ada yang melintas di sana. Tapi nyatanya tetap ada temuan. Jadi kami benar-benar berharap agar hal-hal seperti itu tidak terjadi kembali,” ucapnya terkait jalur terjal menuju area Pantai Tanjung Mebulu tersebut. (adi/jon)








