
BULELENG – Sejumlah kasus konfirmasi yang terjadi menjelang akhir tahun 2021, disikapi serius Satgas Covid-19 Kabupaten Buleleng. Selain menyiagakan jajaran hingga pada tingkat desa dan desa adat, Satgas Covid-19 Buleleng melalui RSUD Kabupaten Buleleng juga meningkatkan pemantauan, tracing dan testing terhadap kasus terkonfirmasi Covid-19.
“Walaupun penyebaran Varian Omicron di Indonesia jumlahnya kecil dibanding Eropa dan Afrika, kita harus tetap antisipasi dan selalu siap siaga. Dan untuk memastikan Varian Omicron, sejumlah kasus konfirmasi yang menunjukkan positif Covid-19 pada alat PCR langsung ditindaklanjuti ke Bapelkes Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan Genom Skuensing,” ungkap Direktur Utama RSUD Kabupaten Buleleng Putu Arya Nugraha, Senin (27/12/2021).
Mantan Kepala RS Pratama Giri Emas ini menandaskan, pendeteksian dilakukan dengan memanfaatkan peralatan Polymerase Chain Reaction (PCR) bantuan hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Jika saat proses tracing dan testing, pasien terkonfirmasi tersebut dicurigai membawa Varian Omicron, maka sampel akan dikirimkan ke Balitbangkes Provinsi Bali untuk diperiksa lebih lanjut. Nah, kalau itu positif Omicron, baru kita mengatakan Omicron sudah masuk ke wilayah kita. Saat ini kita masih menunggu hasil test Genom Skuensing dari Bapelkes Denpasar,” jelasnya.
Dengan pengalaman menangani Varian Delta, RSUD Buleleng tidak hanya menyiapkan sarana prasarana seperti Ruang Isolasi, alat PCR, Oksigen dan Obat-obatan, tapi juga SDM serta alur penanganan pasien jika terjadi lonjakan kasus. (kar,dha)








