
DENPASAR – Salah seorang pesilat Bali, I Kadek Wahyu Rihartana peraih medali emas kelas tanding G Putra (75-80 kg) pada ajang PON XX 2020 Papua mulai mempelajari aturan terbaru, jelang turun pada kejuaraan dunia pencak silat di Malaysia pada Juli 2022.
Diakui Wahyu Rihartana di Denpasar Rabu (22/12/2021), dirinya sangat bersyukur bisa lolos mewakili Indonesia pada ajang kejuaraan dunia pencak silat di Malaysia. Dipaparkan atlet kelahiran 12 Juni 1997 asal Banjar Batan Nyuh Kelod, Desa Batan Nyuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, dirinya telah melakukan persiapan termasuk mempelajari aturan-aturan baru, karena untuk pencak silat banyak peraturan yang berubah untuk kategori tanding.
Aturan terbaru yang disebutkannya yakni sekarang untuk bantingan boleh narik sedangkan guntingan juga boleh diserang. Atlet peraih medali emas POMNAS 2015 di Jakarta dan POMNAS 2017 di Makassar menguraikan, sebelumnya tidak boleh menarik saat bantinan dan tidak boleh menyerang saat guntingan.
Atlet peraih medali emas pada beruntun pada ajang Porprov Bali XIII di Gianyar dan Porprov Bali XIV 2019 di Tabanan mengatakan, sebelumnya dia pernah kalah saat seleksi menuju Timnas Sea Games Vietnam.
Dalam proses seleksi karena belum begitu tahu dengan aturan baru tersebut.
“Saya masih tetap latihan di Banjar Padang Sumbu Kaja sama dengan Nyoman Warsa, Andy Mei Saputra, dan kadang juga latihan di Tabanan bersama tim Pelatda Tabanan, saat dihubungi Rabu (22/12/2021).
Sementara pelatih Pencak Silat Bali, I Gusti Made Semarajaya memastikan akan segera melakukan sosialisasi soal aturan terbaru untuk pencak silat itu.
“Aturan baru itu pernah dipakai saat seleksi atlet menuju SEA Games dan Kejuaraan Dunia Pencak Silat, dan kami akui atlet asal Bali belum terlalu paham soal itu. Makanya harus gerak cepat mensosialisasikan aturan baru tersebut,” pungkas Gusti Semarajaya. (ari/jon)








