
BULELENG – Peralatan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dimiliki RSUD Kabupaten Buleleng diharapkan dapat menjadi alat terdepan dalam pencegahan, penanganan dan pengendalian kasus Covid-19 gelombang III yang dikhawatirkan saat ini.
Dengan menggunakan reagen Biosewoom, M-Biocov dan Biosensor, test swab dari mesin PCR bantuan hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dioperasikan sejak Desember 2020 lalu, masih bisa mendeteksi varian Omicron.
“Varian Omicron memberi hasil positif Covid pada alat di RSUD Buleleng. Untuk konfirmasi lebih lanjut perlu dilakukan genon skuensing. Beberapa sample kita sudah kirim ke Belitbanglkes Denpasar untuk skrining varian baru, kalau ada yang suspek varian baru, akan dikirim ke Litbangkes Pusat,” ungkap Dirut RSUD Buleleng, Putu Arya Nugraha, Selasa (21/12/2021) usai memantau peralatan Lab PCR.
Dengan kemampuan deteksi dari mesin PCR ini, Nugraha mengaku optimis pencegahan, penanganan dan pengendalian Covid-19 dapat dilakukan lebih cepat dan maksimal. “Dengan deteksi yang cepat, khususnya terhadap varian Omicron yang dikhawatirkan, upaya pencegahan dan penanganan kasus konfirmasi bisa segera dilakukan, tracing, testing dan treatmen,” jelasnya.
Sesuai Inmendagri, SE Gubenur Bali dan SE Bupati Buleleng sarana prasarana dan SDM sudah disiapkan untuk antisipasi lonjakan kasus akhir tahun.
“Selain 2 tempat isolasi aktif berupa 1 ruang intensif 9 bed dan 1 ruang biasa dan semi intensif kapasitas 16 bed, 3 ruang yakni melati, flamboyan dan lely II juga disiapkan sebagai cadangan ruang isolasi. Sementara untuk SDM, dilakukan melalui reposisi nakes sesuai dengan situasi dan kondisi,” pungkasmya. (kar,dha)








