
BULELENG – Pembangunan mega proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno tahap IV senilai Rp16 miliar, telah rampung tanggal 7 Desember 2021 dan diserahkan rekanan PT. Sanur Jaya Utama kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng.
Sebelum dioperasikan untuk publik dan melengkapi proses pembangunan sesuai kearifan lokal, Jumat (18/12/2021) Pemkab Buleleng melalui DLH melaksanakan Ritual Upacara Melaspas (peresmian secara adat) RTH Taman Bung Karno yang perampungannya dibantu BKK Provinsi Bali tahun 2021.
“Kegiatan hari ini baru upacara melaspas saja, peresmiannya mungkin nanti kalau musim hujan sudah reda atau dekat dengan Hari Ulang Tahun Kota Singaraja. Nanti kita akan undang Gubernur Bali, mungkin juga akan mengundang Ibu Megawati atau Ibu Puan Maharani,” ungkap Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Jumat (18/12/2021) usai uji coba Stage Singa Ambara Raja dengan pementasan Tari Rejang Renteng.
Bupati Suradnyana didampingi Wabup I Nyoman Sutjidra, Ketua Dewan Gede Supriatna dan Kepala DLH Gede Melandrat menandaskan, RTH Taman Bung Karno yang dibangun pada lahan seluas kurang lebih 2 hektar tak hanya diharapkan dapat berfungsi sebagai penjaga kelestaraian lingkungan.
“Dengan sarana dan prasarana berupa wantilan, patung Bung Karno dan Singa Ambara Raja yang dilengkapi stage pertunjukan seni budaya sebagai ikon, jogging track, water fountain garden, serta kios (art shop) RTH juga diharapkan dapat bermanfaat sebagai destinasi wisata edukatif serta stimulus pergerakan perekonomian masyarakat di Kabupaten Buleleng,” tandasnya.
Terkait sistem pengelolaan aset, Bupati Suradnyana menyatakan sedang disiapkan OPD terkait sehingga terkelola dengan baik dan profesional. “Saya mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga RTH Taman Bung Karno sehingga bermanfaat dan tidak cepat rusak,” tandas Suradnyana dibenarkan Kepala DLH Buleleng, Gede Melandrat. (kar,dha)








