
KUTA – KTT G20 dipastikan turut membawa imbas postif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat Bali. Termasuk di antaranya melalui pemanfaatan produk-produk lokal Bali.
“Ini sudah menjadi pembicaraan kita. Misalnya agar bagaimana nanti hotel-hotel menyediakan kopi Bali. Itu sudah kita pikirkan, leading sectornya adalah di Menko Marves,” ungkap Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Pulik Kementerian Kominfo Usman Kansong, belum lama ini.
Dikatakan, hal tersebut saat ini masih sedang diupayakan. Sehingga sedapat mungkin nanti mengangkat produk-produk lokal ditunjukkan kepada para delegasi.
“Barangkali nanti ada yang tertarik minta diekspor, tentu akan baik sekali,” sebutnya.
Penggunaan produk lokal dalam G20, menurut dia, tidak tertutup kemungkinan juga akan diterapkan untuk isian goodie bag bagi para delegasi. Hal semacam itu bahkan menurut dia sudah menjadi penekanan Presiden Joko Widodo, termasuk soal gelaran diskusi soal UMKM.
“Nanti akan ada event-event seperti itu. Side event semacam itu akan dikomandani Kementerian Perdagangan,” sambungnya sembari mengajak untuk tidak menyangsikan penggunaan produk lokal dalam KTT G20.
Bukan hanya itu, dirinya juga menyebut G20 secara tidak langsung akan berimbas positif kepada usaha-usaha akomodasi wisata kelas menengah ke bawah. Dia mengaku sudah mendapat perintah dari Menkominfo untuk menyewa guest house selama satu tahun.
“Saya kira bukan hanya hotel-hotel besar saja yang mendapat manfaatnya. Hotel-hotel kecil juga akan merasakan dampaknya. Jadi bisa dibilang ini efek domino secara ekonomi,” pungkasnya. (adi/jon)








