
BULELENG – Jebolnya senderan TK Widhi Dharma dan SDN 1 Sepang Kecamatan Busungbiu, Senin (6/12/2021) pagi, disikapi serius Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng.
Selain melakukan pendataan terkait kerusakan, untuk penanganan paska bencana terhadap sekolah yang berlokasi pada pinggiran sungai di Banjar Dinas Asah Badung Desa Sepang Kelod Kecamatan Busungbiu tersebut juga akan dilaksanakan rapat koordinasi lintas instansi.
“Setelah melakukan asesement, pendataan bersama petugas dari BPBD dan PUTR Buleleng, hari Kamis (9/12/2021) kami sepakat untuk melaksanakan rapat koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Bali Penida,” ungkap Kadisdikpora Buleleng, Made Astika, Senin (6/12/2021) siang, usai meninjau lokasi bencana dan rapat koordinasi dengan instansi terkait.
Didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Buleleng Putu Ariadi Pribadi, Kadisdikpora Astika menandaskan, rapat koordinasi melibatkan instansi terkait sangat dibutuhkan dalam penanganan paska bencana, khususnya terhadap objek yang berada pada lokasi dengan kewenangan berbeda.
“Seperti jebolnya senderan SDN 1 Sepang di Banjar Dinas Asah Badung yang lokasinya berada dipinggiran Sungai Asah Badung. Sekolahnya, tentu kami yang memiliki tanggungjawab. Sementara sungainya, berada pada kewenangan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, sehingga perlu kami koordinasikan untuk penanganan komperhensif,” tandas Astika dibenarkan Kalaksa BPBD Buleleng.
Selaku Kalaksa BPBD Buleleng, Ariadi menegaskan, koordinasi lintas instansi seperti Balai Jalan Nasional dan Dinas PUTR juga dibutuhkan dalam penanganan paska bencana terhadap gedung sekolah yang tertimpa bencana akibat longsornya ruas jalan.
Dari hasil asesement yang dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buleleng, tingginya curah hujan yang terjadi Minggu (5/12/2021) malam hingga Senin (6/12/2021) pagi, tidak hanya mengakibatkan jebolnya senderan SDN 1 Sepang di Kecamatan Busungbiu.
“Sesuai hasil assesment TRC BPBD Buleleng, hujan dengan insentitas tinggi juga mengakibatkan bencana alam berupa pohon tumbang yang menutup ruas jalan maupun menimpa rumah warga,” ungkapnya.
Bencana pohon tumbang yang menutup ruas jalan, terjadi pada sejumlah titik antara lain di Desa Padang Bulia dan Desa Sambangan Kecamatan Sukasada dan di Desa Temukus Kecamatan Banjar.
“Bencana alam berupa Pohon Sawo tumbang, menimpa rumah milik Putu Pastika terjadi di Desa Banjar Kecamatan Banjar. Kerugian belum diketahui, TRC BPBD masih berada di lapangan untuk melakukan penanganan dan asesemen,” pungkasnya. (kar,dha)








