Usai Kawal Sidang Sengketa Tanah, Warga Guwang Geruduk Gedung DPRD Gianyar

0
191
Bupati Gianyar Made Mahayastra menemui warga Desa Adat Guwang di Kantor DPRD Gianyar, Senin (22/11/2021).
Bupati Gianyar Made Mahayastra menemui warga Desa Adat Guwang di Kantor DPRD Gianyar, Senin (22/11/2021).

GIANYAR – Ratusan warga Desa Adat Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar, memadati depan pintu lobby Kantor DPRD Gianyar, Senin (22/11/2021).

Kedatangan massa dipimpin Bendesa Adat Guwang I Ketut Karben Wardana ingin bertemu Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra untuk mempertanyakan komitmen membela Guwang atas gugatan sengketa tanah oleh seorang warga asal Celuk yang sedang bergulir di Pengadilan Negeri Gianyar.

Pantuan WARTA BALI, warga mengenakan pakaian adat awalnya datang ke Kantor Bupati Gianyar usai mengawal prajuru desa adat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Gianyar. Mendapat informasi Made Agus Mahayastra sedang mengikuti sidang paripurna, massa menggeruduk Gedung DPRD.

Sembari menunggu Bupati, warga bersorak dan bernyanyi lagu ‘Surat Untuk Wakil Rakyat’. Usai sidang paripurna, Mahayastra langsung menemui masyarakat.

“Selamat siang semeton tyang saking Guwang. Terkait hal ini (gugatan tanah) sudah saya bicarakan berkali-kali dengan bendesa,” ujarnya.

Mahayastra mengaku tidak pernah menyangka akan terjadi persoalan gugatan tanah di Desa Adat Guwang. Namun, ia menegaskan tidak tinggal diam dan sudah melakukan segala upaya maupun tenaga untuk memenangkan gugatan. Terlebih, Dinas Pendidikan Gianyar ikut sebagai tergugat.

“Masalah ini tak pernah kita pikirkan, tak pernah kita duga. Saya sebagai bupati sudah melakukan langkah-langkah karena Pemda juga masuk dalam gugatan. Saya sudah menunjuk lawyer top. Data-data saya cari semua, baik di Pemda maupun di Pemprov Bali,” tegasnya.

“Tidak boleh gradag-grudug agar jangan sampai ada hal yang tak diinginkan. Bisa membuat macet, kecelakaan, bisa membuat orang tersinggung. Jangan sampai memberatkan diri sendiri. Jaga energi kita, jangan sampai energi kita terbuang sia-sia. Berikan kepercayaan pengurus adat untuk mengikuti sidang. Yang bekerja-bekerjalah, jangan sampai meninggalkan pekerjaan,” pintanya.

Setelah mendapat pernyataan, massa akhirnya membubarkan diri. Sementara, Bendesa Guwang Ketut Karben Wardana yang ditemui mengatakan aksi warganya itu dilakukan secara spontan tanpa dikordinir.

“Spontan ini, setelah mengawal kami di persidangan, warga langsung bergerak ke sini,” ujarnya.

Seperti diwartakan, I Ketut Gede Dharma Putra asal Banjar/Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar, menggugat sejumlah pihak terkait kepemilikan tanah di wilayah Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Pihak tergugat adalah Dinas Pendidikan Gianyar, Desa Adat Guwang, dan Desa Dinas Guwang.

Objek sengketa yakni tanah Kantor Kepala Desa Guwang dengan pihak tergugat adalah Desa Dinas Guwang. Selain itu, tanah Pasar Tradisional Tenten, tanah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Guwang, Tanah Tentenmart sebagai tergugat adalah Desa Adat Guwang. Serta tanah sekolah dasar (SD) dari SDN 1, 2 dan 3 Guwang dengan pihak tergugat Dinas Pendidikan Gianyar.

Bukti yang digunakan untuk menggugat tersebut adalah, pipil nomer 57 atas nama I Ketut Bawa nomer buku pendaftaran c9, Desa Guwang, nomer 57 distrik Sukawati. Ditandatangani oleh I Wayan Korea pada 7 Maret 1957. Bukti kedua adalah Ipeda dengan nomer persil, c nomer 9, nomer blok 25, kelas II, luas 6100 m2 yang ditandatangani oleh Burhan Ibrahim, Agustus 1970. (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three − one =