
DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kerja Duta Besar Australia Perwakilan Indonesia, Penny Williams PSM di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Kamis (18/11/2021).
Pada pertemuan itu, Wayan Koster meyakinkan Penny Williams PSM terkait penanganan Covid-19 di Bali sangat baik dan kasusnya terus melandai. Ia meyakini program vaksinasi yang dikebut hingga melebihi target sehingga terbentuknya herd immunity menjadi faktor utama menurunnya kasus Virus Corona.
Data terakhir, persentase suntik vaksin dosis pertama mencapai 108 persen dan dosis kedua di angka 88 persen. Angka itu termasuk warga luar Bali dan WNA.
“Kita bekerja keras untuk penanganan Covid-19. Kasus baru harian sudah melandai dan stabil di angka satu digit. Bali juga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat sehingga sudah masuk ke fase menggembirakan. Pasien sembuh lebih banyak dari yang positif, yang meninggal juga jauh menurun dan astungkara lebih sering di angka 0,”jelasnya.
“Aktivitas memang sudah mulai normal, tapi prokes masih ketat. Bersyukur masyarakat Bali sangat disiplin, sekarang saja menurut survey Kemenkes lebih dari 98 persen masyarakat tetap mengenakan masker,”imbuh Gubernur jebolan ITB ini.
Ia juga menyampaikan kesiapan Bali menerima wisatawan dan menjadi tuan rumah Koferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 2022.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, kita akan tetap menjaga kondisi yang sudah baik ini dengan tata kelola, manajemen dan operasional yang kita siapkan. Saya kira Bali sudah sangat siap,”katanya.
Gubernur juga menyinggung hubungan erat Australia-Bali yang selama ini sudah terjalin baik dari sisi historis dan psikologis, serta di sektor pariwisata.
“Australia tentu tidak bisa dipisahkan dari pariwisata Bali. Secara psikologis Bali dan Australia sangat dekat,”ungkapnya.
Sementara, Penny Williams didampingi Konsul Jenderal Australia di Bali, Anthea Griffin mengaku sangat senang berkunjung ke Bali untuk pertama kalinya sejak menjabat Dubes Australia untuk Indonesia pada September lalu.
“Saya sangat senang di sini karena Bali punya ikatan yang kuat dengan Australia. Bagi saya pribadi, Bali punya memori indah di masa kecil saya dulu,” ungkap mantan Wakil Sekretaris DFAT yang juga pernah bertugas sebagai Dubes Australia untuk Malaysia ini.
Penny Williams berharap kondisi pandemi semakin membaik dan hubungan antara Australia dengan Bali terus ditingkatkan. Ia juga mengharapkan tahun 2022 penerbangan bisa lebih dibuka lagi karena mobilitas warga di dua negara sangat penting untuk menjaga hubungan yang terbina selama ini.
“Saat ini Pemerintah Australia masih sangat selektif di dalam pembukaan pintu penerbangan dan sedikit demi sedikit akan dibuka dengan melihat kondisi pandemi di Australia,” sebutnya.
Di akhir pertemuan tersebut, Gubernur Koster menyerahkan cinderamata berupa kain tenun endek Bali kepada Penny Williams PSM sebagai wujud implementasi dari Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali. (arn)








