
BULELENG – Kondisi tanggap bencana diberlakukan Pemkab Buleleng melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng. Selain melaksanakan assemen terhadap korban bencana alam berupa angin puting beliung di Banjar Dinas Kubuanyar Desa/Kecamatan Kubutambahan, BPBD Buleleng juga mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk menggelontor bantuan logistik sekaligus sosialisasi dan edukasi terkait tanggap bencana kepada warga masyarakat.
“Assesmen dan penyerahan bantuan logistik dilakukan TRC kepada korban bencana Puting Beliung, Made Witastra dan Gede Bagiada di Banjar Dinas Kubuanyar Desa Kubutambahan. Tim juga sekaligus melakukan pendataan usulan bantuan sosial untuk perbaikan atap rumah dengan total nilai Rp. 6 Juta,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, Selasa (16/11/2021) usai memantau sejumlah titik rawan bencana di Kabupaten Buleleng.
Mantan Kepala DLH Kabupaten Buleleng ini menambahkan, memasuki musim penghujan yang diperkirakan oleh BMKG akan memcapai puncak pada akhir Desember 2021 hingga Januari dan Februari 2022, BPBD Kabupaten Buleleng telah menerapkan kondisi Tanggap Bencana.
“BPBD Buleleng menyiagakan TRC dengan personil 26 orang, terbagi dalam 3 regu untuk melaksanakan Siaga 247, yakni Siaga dalam 24 Jam selama 7 hari,” jelasnya.
Selain penanganan bencana, TRC juga ditugaskan melakukan assesment, pendataan terkait peristiwa yang terjadi, korban, kerugian harta benda dan data penting lainnya.
“Bersama TNI/Polri dan instansi terkait, TRC BPBD juga melakukan edukasi dan sosialisasi terkait kesiapsiagaan terhadap bencana, termasuk laporan jika terjadi bencana alam. Masyarakat dapat menghubungi prebekel, camat atau bisa langsung ke nomor telepon 0362 23022 atau layanan Siaga BPBD 247 di nomor 08113892247,” pungkasnya. (kar,dha)








