
DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengadakan pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Yoon Sung-won secara virtual dari Jayasabha, Denpasar, Selasa (16/11/2021).
Pertemuan bilateral yang diselenggarakan dalam rangkaian Konferensi Kerja Sama Infrastruktur Global itu membahas tiga isu, yaitu rencana pengembangan infrastruktur kereta api di Bali, pengembangan kawasan industri untuk energi bersih dan kendaraan listrik di Jembrana, serta pengembangan center of excellence bidang pengembangan wilayah, infrastruktur dan transportasi di Bali.
Pertemuan bilateral yang berlangsung selama 30 menit itu dilatarbelakangi adanya kebutuhan Provinsi Bali untuk mengembangkan konektivitas secara terintegrasi untuk meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan, serta pembangunan sistem transportasi kereta api dan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
Bagi Pemerintah Korea, komunikasi antara Pemerintah Provinsi Bali menjadi penting karena adanya tujuan antara kedua belah pihak untuk menggulirkan ekonomi berbasis kerja sama yang saling menguntungkan.
Koster menyampaikan, Bali sebagai destinasi wisata internasional perlu diperkuat dengan infrastruktur yang terkoneksi dan terintegrasi dengan mengedepankan penggunaan kereta api dan kendaraan berbasis baterai yang akan mendukung Bali menjadi sebagai hub pariwisata yang terus tumbuh secara berkelanjutan.
Bali juga akan mendorong tumbuhnya kawasan industri untuk penyiapan energi bersih dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sebagai wujud nyata mengimplementasikan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.
“Selain itu, Bali akan mendorong pengembangan integrasi kawasan dengan sistem transportasi yang difokuskan di beberapa lokasi, yakni di Sanur, Denpasar, Sentral Parkir Kuta, Badung, Ubud, Gianyar dan di Gunaksa, Klungkung. Ini akan menjadi mode inovasi yang selanjutnya akan dikembangkan di seluruh Bali,”kata Koster didampingi Kadis Perhubungan Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta.
Gagasan Gubernur Koster itu disambut baik Yoon Sung-won. Ia menyadari Korea perlu melakukan induksi dan pengenalan kemajuan industri dan sistem transportasi di Korea untuk dapat digunakan di Bali.
“Kerja sama secara sporadis sudah dimulai dengan dilakukannya penjajagan peluang pembangunan dengan pelaksanaan studi kelayakan pembangunan Kereta Api Ringan (LRT) sebagai akses Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali,”ungkapnya seraya mengatakan hal ini sudah diperkuat pula dengan pengiriman dua orang staf Dinas Perhubungan Provinsi Bali untuk meneruskan sekolah di Korea dalam bidang perkeretaapian.
Yoon berharap kerja sama ini dapat diperkuat dan dikonkritkan dengan melaksanakan studi serta perhitungan yang lebih mendetail mengingat kondisi tanah dan budaya di Pulau Dewata jauh lebih menantang dibandingkan Korea.
Diharapkan pula agar pengiriman staf untuk bersekolah di Korea dapat dilanjutkan dan ditambah dengan kursus-kursus singkat melalui suatu kerja sama yang lebih terstruktur. Ia juga menawarkan program-program pelatihan untuk PNS dan pegawai Pemerintah Provinsi Bali pada berbagai sektor untuk berangkat ke Korea di dalam meningkatkan kapasitas teknis.
Menutup pertemuan bilateral, Wayan Koster mengharapkan bantuan teknis dan investasi untuk dapat terlaksananya pembangunan infrastruktur terutama transportasi kereta api. Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini juga menekankan bahwa Pendidikan Latihan (Diklat) akan terus dilakukan karena Bali akan membutuhkan tenaga yang lebih handal.
“Saya optimis kerja sama Provinsi Bali dengan Korea tetap dapat dikembangkan, mengingat kedekatan culture kedua masyarakat dan hasil pertemuan ini dapat ditindaklanjuti secara konkrit mulai tahun 2022,”tandasnya. (arn)








