
TABANAN – Lebih dari sebulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan menerapkan pembelajaran tatap muka atau PTM secara terbatas pada sektor pendidikan. Sekalipun secara umum kegiatan tersebut berjalan relatif lancar tanpa ada temuan kasus positif Covid-19 yang menonjol, Pemkab Tabanan belum terpikirkan untuk menambah durasi atau hari pelaksanaan PTM Terbatas.
“Tabanan kalem-kalem aja dulu, atur dengan baik. Untuk perpanjangan hari dan waktu (PTM) masih kami pikirkan dulu,” tegas Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya usai menyerahkan bantuan masker, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara simbolis kepada koordinator wilayah pendidikan di sepuluh kecamatan, Senin (8/11/2021).
Saat ini, pelaksanaan PTM telah berjalan relatif baik sesuai dengan skenario yang telah disimulasikan. Pembelajaran diatur sedemikian rupa, dengan membagi jumlah rombongan belajar atau rombel menjadi dua. Kemudian PTM juga diterapkan dengan pola shift atau pembagian waktu. Maksimal pembelajaran pada satu sift selama 90 menit.
“Jam masuk dan pulangnya sudah diatur sedemikian rupa, agar tidak terjadi kerumunan,” sebutnya.
Ditambahkan, secara umum, perkembangan kasus Covid-19 di Tabanan relatif melandai. Bahkan sesuai laporan sampai dengan 7 November 2021 lalu, jumlah kasus baru maupun kematian nihil.
“Tidak ada salahnya tetap diantisipasi. Kami belum kepikiran untuk menambah jam atau hari PTM. Itu mesti lewat kajian dulu. Apa manfaat atau risiko serta solusinya,” tandasnya.(jon)








