Harga Manggis Melambung Tinggi, Petani Bergairah

0
309
Harga manggis melonjak, petani bergairah

TABANAN – Selain beras premium, Tabanan juga memiliki komoditas andalan manggis yang  kini diekspor ke mancanegara khususnya China. Para petani di Tabanan  yang memiliki kebun manggis kini bergairah dengan permintaan ekspor meningkat. Apalagi harga manggis kini melambung  mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Bahkan untuk kualitas super bisa lebih mahal lagi. Manggis kini menjadi harapan  setelah harga  umbi porang anjlok.

Meroketnya k harga buah manggis ini disambut dengan sumringah  para petani. Pasalnya semula harga manggis yang sempat turun karena dampak pandemi Covid-19 di kisaran harga Rp 15 ribu per kilogramnya. Kini mereka bisa menangguk untung lebih banyak dan menggeliatkan ekonomi masyarakat.    

Ketua Perkumpulan Eksportir Manggis dan Hortikultura Indonesia Jro Putu Tesan mengaku permintaan buah manggis untuk eksport sedang tinggi saat ini. Setiap kali pengiriman ke China mencapai 36 ribu ton. Sementara khusus di Bali mampu menyumbang buah manggis sekitar 55 persen setiap kali pengiriman.

BACA JUGA:   Pelaku Colek Paha Belasan Perempuan Dipolisikan, Alasannya Demi Kepuasan

“Pasokan buah manggis dari  Kabupaten Tabanan,  Jembrana, Buleleng dan Karangasem,” ungkap Jro Tesan, Rabu 13 Oktober 2021.

Dia menyebut, harga buah manggis yang kini mengalami kenaikan Rp 30 ribu per kilogramnya terjadi sejak sebulan yang lalu. Semula hanya di kisaran Rp 15 per kilogramnya. Berbagai faktor penyebab dari harga buah manggis. Disamping karena permintaan yang tinggi. Juga karena faktor buah manggis Bali mampu bersaing di pasar ekspor, karena kualitas buahnya dinilai sangat baik.

“Permintaan manggis dari Bali sangat bagus, saingan  kita  datang dari Thailand,” ungkapnya.

Ekspor Masih Terkendala Direct Flight

Kendati harga buah manggis tinggi, namun masih terkendala dengan pengiriman. Pihaknya saat ini masih pengiriman melalui satu pintu bandara saja yakni Bandara Soekarno Hatta dan belum ada direct flight (pengiriman langsung ) dari Bandara Ngurah Rai ke luar negeri. Akan tetapi jika dibuka pintu penerbangan kembali Kamis  14 Oktober 2021 di Bandara Ngurah Rai Bali, memberikan angin segar bagi para eksportir. Apalagi Cina masuk negara yang dibuka kunjungan wisatawan.

BACA JUGA:   Polemik Pemilihan Bendesa Adat Kramas, Warga Berharap MDA Beri Pencerahan

“Nah ini ini mampu mengurangi kos biaya pengirim manggis ke Jakarta yang melalui bandara Soekarno dari Bali,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Kadin Tabanan I Ketut Loka Antara. Dihubungi terpisah, Loka Antara mengakui, permintaan manggis saat ini sangat tinggi dari China. Hal ini juga mendongkrak harga. Untuk kualitas yang bagus harga ditingkat petani berkisar Rp 31 Ribu per kilogram. Sementara untuk untuk yang BS (kualitas sedang) diharga Rp 10 Ribu per kilogram di tingkat petani.

“Saat ini harga manggis sedang bagus-bagusnya,” jelas  Loka.

BACA JUGA:   DPRD dan Disdukcapil Buleleng Lockdown

Diakui, belum adanya direct flight ke China masih menjadi kendala sehingga biaya  pengiriman lebih besar karena harus melalui Bandara Soekarno Hatta. Pihaknya berharap dengan rencana pembukaan penerbangan internasional di Bali kembali dibuka  akan mengurangi biaya pengiriman karena bisa langsung ke China. “Kalau saat ini masih harus transit di Cengkareng, kalau mau langsung harus charter. Mudah-mudahan penerbangan internasional  di Bandara Ngurah Rai bisa dibuka mulai besok, jadi pernerbangan bisa langsung ke China,” pungkasnya. (jon)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 + 18 =