
BULELENG – Mewujudkan Sekolah Aman Bencana terus dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB). Selain pemenuhan sarana prasarana, BNPB juga membentuk Fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Hal ini diharapkan dapat mengedukasi dan mengembangkan sikap serta materi tentang kesiapsiagaan terhadap bencana alam maupun non alam.
“Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar 4 hari, 40 peserta dari satuan pendidikan pada Disdikpora dan Kemenag Republik Indonesia, tidak hanya diberi teori, tapi langsung mengimplementasikan materi yang diterima, tanggal 27 September 2021 di SMP Negeri 8 Singaraja dan SMP Negeri 3 Banjar,” ungkap Ketua Penyelenggara Bimtek SPAB, Kastelia Medina, Kamis, 23 September 2021 usai pembukaan kegiatan di Kutus-Kutus Sunari Beach Resort – Lovina.
Menyikapi pelaksanaan Bimtek SPAB tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa menyatakan salut dan mengapresiasi Bimtek SPAB sebagai bentuk kepedulian BNPB terhadap Buleleng yang memiliki potensi bencana alam tinggi.
“Keberadaan Fasilitator SPAB sangat dibutuhkan di Kabupaten Buleleng yang memiliki kondisi geografis, berada diantara pesisir dan pegunungan atau nyegara gunung. Sehingga, bencana alam juga hampir terjadi disetiap musim hujan, baik berupa banjir dan tanah longsor,” tandasnya.
Suyasa yang juga Sekretaris Satgas-PP Covid-19 Buleleng berharap selain bencana alam, perserta juga dibekali materi tentang bencana non alam, seperti protokol kesehatan untuk pencegahan, penanganan dan pengendalian Covid-19 di sekolah, serangkaian dengan persiapan pelaksanaan Pembelaran Tatap Muka (PTM).(kar)








