Tuding Warga Bagi KIS Bodong, Oknum Cakel Kayu Putih Dipolisikan

0
462
hukum
Didampingi kuasa hukum, Komang Sujana tunjukkan print out dugaan fitnah oleh terlapor NA

BULELENG – Lantaran diduga menuding warga membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) Bodong, seorang oknum Calon Prebekel (Cakel) Desa Kayu Putih Kecamatan Banjar, terpaksa berurusan dengan pihak berwajib. Onum Cakel berinisial NA (45) beralamat Desa Kayu Putih, dilaporkan Komang Sujana (39) beralamat Banjar Dinas Menagung Desa Kayu Putih ke SPKT Polres Buleleng dengan tuduhan melakukan tidak pidana pencemaran nama baik melalui informasi elektronik (Whatsapp,red).

“Klien kami, Komang Sujana dari Relawan Dek Cawi Desa Kayu Putih, melaporkan dugaan pencemaran nama baik melalui Whatsapp oleh NA, yang intinya tertulis Relawan Cawi membagikan KIS Bodong kepada warga masyarakat,” ungkap Gede Harja Astawa selaku kuasa hukum pelapor, Senin, 20 September 2021 usai memberikan keterangan kepada penyidik di Polres Buleleng.

BACA JUGA:   Hakim Bayar Denda Dagang Arak Dimutasi ke PN Singaraja

Didampingi Made Widana alias Dek Cawi dan Komang Sujana selaku pelapor, Harja Astawa menandaskan upaya hukum dilakukan karena dari hasil konfirmasi yang dilakukan Relawan Dek Cawi ke Dinsos Buleleng, semua KIS yang dibagikan kepada warga masih aktif dan sah.

“Selain itu, yang bersangkutan tidak beritikad baik untuk menyelesaikan persoalan, menyebarkan berita tidak benar bahkan bersifat fitnah sehingga membuat pelapor serta Relawan Dek Cawi merasa nama baiknya cemar. “Berdasarkan bukti antara lain berupa nomor Whatsapp milik NA, klien kami melaporkan perbuatan yang diduga dilakukan oleh NA sebagai tidak pidana pencemaran nama baik melalui informasi elektronik berupa Whatsapp, sebagaimana ketentuan pasal 27 ayat (3) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” tegasnya.

BACA JUGA:   Ruko Sembako Terbakar, Dua Lansia Nyaris Terpanggang

Dikonfirmasi terpisah Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Buleleng, IPTU Gede Sumarjaya seijin Kapolres Buleleng AKBP Andrean Pramudianto membenarkan adanya laporan tentang dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media informasi elektronik tersebut.

“Ya benar, tapi itu masih pengaduan masyarakat (dumas) dan laporan masih dipelajari penyidik Satreskrim Polres Buleleng,” ungkapnya.

Laporan masyarakat tersebut ditindaklanjuti penyidik Unit II Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Buleleng dengan pengumpulan bukti-bukti serta keterangan saksi-saksi termasuk saksi pelapor.

BACA JUGA:   Konsultasi Tipikor Polres, TPF-BUMDes Bulian Kaji LPH Inspektorat

“Tadi, penyidik Unit II Satreskrim sudah meminta keterangan dari saksi pelapor terkait dengan pengaduan masyarakat (dumas) yang disampaikan melalui SPKT Polres Buleleng,” pungkasnya.(kar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × two =