RAPBD Perubahan 2021, Pendapatan Turun, Belanja Justru Naik

0
147
Bupati Tabanan menyampaikan pidato pengantar Ranperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2021

TABANAN – Meski agak terlambat, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya akhirnya menyampaikan pidato pengantar APBD Perubahan tahun 2021 secara virtual, Senin 13 September 2021. Menariknya, dalam menyampaikan pidato pengantar APBD perubahan  ini, pendapatan dipasang  menurun, namun justru belanja meningkat bila dibandingkan dengan anggaran induk 2021.
 
Dalam rapat paripurna virtual  yang dipimpin langsung Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Bupati Sanjaya  yang berada di Tabanan Command Center (TCC) menyampaikan rancangan APBD Perubahan tahun 2021. Bupati Sanjaya menyampaikan pendapatan dipasang sebesar Rp 1,864 Triliun lebih. Pendapatan dirancang  turun  sebesar Rp 2,196 Miliar lebih atau 0,12 persen dari anggaran induk sebesar  Rp 1,866 Triliun lebih.
 
Sementara di sisi belanja justru meningkat. Dalam RAPBD Perubahan tahun 2021 belanja dipasang sebesar Rp 2,021 Triliun lebih.  Pos Belanja naik sebesar Rp 66,505 Miliar lebih atau (3,40 persen) dibandingkan  dengan belanja pada APBD induk sebesar Rp 1,954 Triliun  lebih.

BACA JUGA:   Presiden Segera Terbitkan Inpres Penerapan Protokol Kesehatan Ekstra Ketat dan Dilengkapi Sanksi

 “Dengan demikian ada defisit sebesar Rp 156,607 Miliar naik Rp  68,702 Miliar lebih (78,16 persen) dari anggaran induk sebesar Rp 87,905 Miliar lebih, yang akan ditutupi dengan Silpa 2020 dan pinjaman daerah,” jelas Bupati Sanjaya.    

Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga memimpin Rapat Paripurna virtual penyampaian pidato pengantar Nota RAPBD Perubahan tahun 2021

Dijelaskan, pendapatan terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 408,055 Miliar lebih (21,88 persen). Jumlah ini naik dari APBD induk sebesar Rp 391 Miliar lebih.  Selain itu, pendapatan juga bersumber dari transfer daerah sebesar Rp 1,410 Triliun lebih (75,64 persen). Pendapatan lain-lain  sebesar Rp 46,212 Miliar lebih atau 2,48 persen.  
 
Di sisi belanja terdiri dari  belanja operasional sebesar Rp 1,426 Triliun lebih atau 70,58 persen serta belanja modal sebesar Rp 347,728 Miliar lebih atau 17,18 persen. Belanja tidak terduga dirancang sebesar Rp 6,269 Miliar lebih atau 0,31 persen dan belanja transfer sebesar Rp 241.148 Miliar lebih atau 11,93 persen.

BACA JUGA:   Tuban Konsisten Bantu Ringankan Beban Krama Melalui Sembako

“Pembiayaan daerah terdiri dari pendapatan sebesar Rp  156, 607 Miliar lebih yang terdiri dari Silpa 2020 sebesar Rp  31, 607 Miliar lebih dan Pinjaman daerah sebesar  Rp  125 Miliar. Sementara pengeluaran biaya tidak ada atau kosong,” jelasnya lagi.(jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen + 15 =