Potensi Hujan Lebat di 25 Wilayah di Bali, BBMKG Denpasar Ingatkan Waspada

0
197

BADUNG- Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan informasi potensi hujan lebat yang mampu mengakibatkan banjir/bandang di 25 wilayah Bali pada 13-14 September 2021.

Wilayah berpotensi itu masing-masing di Kabupaten Buleleng (Gerokgak, Seririt, Busungbiu, Banjar, Sukasada, dan Buleleng), Kabupaten Jembrana (Melaya, Negara, Jembrana, dan Medoyo), Tabanan (Pupuan, Penebel, Selemadeg, dan Selemadeg Timur), Bangli (Kintamani, Bangli, dan Tembuku), Klungkung (Dawan, Banjarangkan, dan Klungkung) dan Karangasem (Rendang, Bebandem, Selat, Manggis, dan Sidemen).

Forecaster on Duty BBMKG Wilayah III Denpasar Lia Cahyani menjelaskan, saat ini Bali masih dalam periode musim kemarau. Namun, bukamn berarti tidak terjadi hujan. “Hujan yang terjadi beberapa hari belakangan ini disebabkan karena anomali suhu muka laut yang masih cukup hangat. Selain itu, kelembaban massa udara dari lapisan permukaan hingga lapisan atas itu masih cukup basah. Jadi, masih lebih dari 80 persen untuk massa udaranya dan itu memicu tingginya penguapan sehingga mendukung terbentuknya awan-awan hujan,” jelasnya.

BACA JUGA:   Rapid Test Reaktif, Pasutri Kabur dari RS PTN Unud

Intensitasnya, kata Lia Cahyani, bisa ringan, sedang, ataupun lebat. “Informasi yang kami berikan itu adalah sebuah potensi, belum tentu terjadi banjir. “Hujan berpotensi dapat terjadi pada siang, sore, ataupun malam hari dan kami berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya sembari menyebutkan informasi akan potensi hujan lebat sudah diteruskan ke beberapa instansi terkait, salah satunya BPBD.

BACA JUGA:   Desa Buahan Gelar Lomba Baca Teks Proklamasi dan Lomba Mewarnai

Lia menambahkan, saat ini masih ada dua siklon tropis yaitu Chantu dan Conson. Satu berlokasi di sekitar Laut Cina, dan satunya lagi di utara Filipina. “Untuk pengaruhnya bagi Bali, kemarin memang ada, tapi sedikit. Itu berupa perlambatan kecepatan angin yang berpengaruh pada penumpukan massa udara di wilayah Bali,”ungkapnya. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 3 =