
DENPASAR – Menu latihan rutin tim tenis lapangan PON Bali kini menukik kepada mempertajam akurasi serangan ke lawan. Hal itu dilakukan setelah dilakukan evaluasi dari hasil sparing dengan mantan petenis pemilik ranking dunia di Hotel Hilton Nusa Dua, Sabtu 29 Agustus 2021 lalu. Hal itu juga hasil evaluasi terhadap empat petenis PON itu lebih banyak melakukan permainan bertahan.
Seperti diutarakan pelatih tim tenis lapangan PON Bali Putu Yasa, yang meilai banyak hikmah dari sparing itu. Lawan sparing juga tak tanggung-tanggung, salah satunya Joe warga Swiss yang sudah lama tinggal di Bali. Joe merupakan petenis peringkat 60 dunia di single dan peringkat 10 dunia di nomor double saat masa jayanya di tenis lapangan silam.
“Masukan dari Joe tim tenis kami baik di single maupun double lebih banyak bertahan ketimbang menyerang. Jadi di latihan selajutnya, Joe mengatakan kami harus banyak dilatih dengan permainan menyerang. Itu masukan bagus untuk kami terapkan dalam taktik dan strategi saat latihan rutin di sisa waktu jelang keberangkatan ke PON Papua,” ujar Putu Yasa, Rabu 1 September 2021.
Diakuinya, petenis PON Bali banyak bertahan karena Joe yang saat itu bertandem dengan petenis lokal Bali yakni Wijaya lebih banyak menyerang karena memang keduanya terutama Joe kaya akan pengalaman di pertandingan level dunia. “Masukan ditengah diskusi itu sangat bermanfaat bagi kami. Kami akan menerapkan metode penyerangan dengan tajam. Saya rasa waktu yang ada masih cukup untuk mengejar metode itu sampai maksimal sampai akhirya berada di peak performance atlet kami,” tegas Putu Yasa.
Dalam sparing itu lanjutnya, di single diturunkan petenis PON Agus Satria Winaya dan di double Putu Agus Primadana berpasangan dengan Gede Falliyawan Eka Putra serta double lainnya Agus Satria Winaya berpasangan dengan Putu Agus Primadana. Termasuk di single turun Nyoman Suma Indrawan. (ari)








