
TABANAN – Diduga karena ada masalah keluarga I Kadek Ardita (35) warga Banjar Lebah, Desa/Kecamatan Marga, Tabanan, Bali yang juga karyawan SPBU Marga di Banjar Base, desa Marga nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Mirisnya, aksi bunuh diri dilakukan di garase SPBU tempatnya bekerja. Kejadian diketahui rekan korban sekitar pukul 19.40 WITA, Sabtu 7 Agustus 2021 malam.
Informasi yang berhasil dihimpun, sebelum kejadian, sekitar pukul 19.15 WITA korban datang ke SPBU dan langsung menuu garase memasrkir sepeda motor NMAX Nopol DK 6402 DGA miliknya. Sesaat kemudian saksi I Gusti Ngurah ketut Yudiantara (36) asal Tembles, Penyaringan, Mendoyo, Jembrana yang berprofesi sebagai sopir ketika akan sembahyang di bagian belakang kantor. Saksi melewati garase dibuat terkejut melihat korban dalam posisi tergantung.
Kemudian saksi memberitatahu karyawan SPBU lainnya dan segera menurunkan korban. Saat diturunkan nadi korban masih berdenyut langsung dibawa ke klinik apit jaring yang tidak jauh dari lokasi. Setelah dicek dan mendapat perawatan, korban selanjutnya dirujuk ke BRSU Tabanan untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Begitu tiba di IGD BRSU Tabanan dan mendapat perawatan tim medis, korban dinyatakan meninggal. Hal ini membuat keluarga korban syok.
Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia membenarkan kejadian tersebut. Petugas dari Polsek Marga sudah langsung turun melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari pemeriksaan tim medis diketahui korban meninggal karena bunuh diri.
Tidak diketahui penyebab korban nekat mengakhiri hidup dengan cara tragis tersebut.
“Dari keterangan beberapa saksi yang dimintai keterangan sama petugas, diduga korban punya masalah keluarga, namun motif sebenarnya masih diselidiki,” ungkap Iptu Subagia, Minggu 8 Agustus 2021.
Dijelaskan, pihak keluarga menolak melakukan otopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jasad korban selanjut dibawa ke rumah duka di Marga. (jon)








