
Kondisi IASU, sebelum dilarikan dan meninggal dunia di RS Santi Graha Seririt
BULELENG – Masih ingat kasus pelecehan seksual terhadap, IASU (18) beralamat di Kecamatan Banjar ? Korban yang diduga diperkosa sekira Bulan Maret 2018 silam, Jumat, 6 Agustus 2021 Pukul 20.00 WITA akhirnya meninggal dunia, bersama dengan tenggelamnya kasus hukum yang tak kunjung tuntas.
Korban pelecehan seksual yang mendapatkan perhatian berbagai pihak termasuk Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Arist Merdeka Sirait, meninggal dunia dalam perjalanan ke RS Santi Graha Seririt.
Dikonfirmasi via telepon, kakak korban, IKA membenarkan kabar duka tentang telah berpulangnya korban. Menurut IKA, sebelum meninggal dunia korban yang mengalami pelecehan seksual saat berusia 14 tahun ini mengalami sakit yang tak kunjung sembuh.
“Sejak kasus itu (pelecehan seksual,red) dia mengalami sakit mental, depresi berat. Menjalani kasus hukum sebagai korban, berpindah tempat tinggal agar bisa aman dan nyaman dari tekanan tersangka,” ungkapnya.
Terakhir, Jumat, 6 Agustus 2021 pagi, penyakit yang diderita kumat.
“Penyakit yang kadang muncul dan hilang itu dialami adik saya,” ujarnya.
Karena kondisinya sangat lemah, kata IKA, pihak keluarga memutuskan membawa IASU ke RS Santi Graha Seririt.
“Sampai di RS, petugas yang sempat melakukan pemerikasaan menyatakan IASU sudah meninggal dunia,” tandas IKA dengan nada berat.
Untuk pemakamaan jenasah korban, pihak keluarga masih akan berembug untuk mendapatkan petunjuk hari baik.
“Nanti setelah rebuk keluarga baru bisa tentukan kapan dilakukan pemakaman,” tandas IKA sembari menyebutkan, pihak keluarga juga merembugkan tentang penempatan jenasah, mengingat saat ini masih diberlakukan PPKM Darurat penanganan Covid-19.(kar)








