
GIANYAR – Pemerintah Kabupaten Gianyar kembali menambah utang. Setelah di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Gianyar, kali ini pinjaman diberikan PT Sarana Multi Insfrastruktur (SMI) sebesar Rp 343 miliar.
Penandatanganan perjanjian pinjaman dilakukan secara daring yang dihadiri Bupati Gianyar Made Mahayastra, Ketua DPRD Gianyar Wayan Tagel Winarta, serta pejabat terkait lainnya pada Rabu 4 Agustus 2021 di gedung Command Center, Kantor Bupati Gianyar.
Wayan Tagel Winarta mengatakan, dengan tambahan pinjaman Rp 343 miliar, total utang Pemerintah Gianyar sekitar Rp 750 miliar. “Utang pertama di BPD Gianyar dipergunakan untuk membangun insfrastuktur seperti Pasar Umum Gianyar dan RSU Payangan,” kata Tagel kepada wartawan.
Pinjaman dana ke PT SMI sebagai Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan mendapat persetujuan karena situasi saat ini yang tidak memungkinkan membangun hanya mengandalkan ABPD. Terlebih, pendapatan sektor pariwisata dilibas pandemi Covid-19. “Kalau dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) masih jauh. Sampai saat ini saja PAD kita di bawah Rp 200 miliar,” ungkapnya.
Tagel berharap pinjaman tersebut juga bisa dirasakan oleh masyarakat melalui program padat karya. “Dana pinjaman itu nantinya akan digunakan untuk sejumlah hal. Di antaranya, melanjutkan pembangunan di RSU Payangan, membangun jembatan. Pedagang lokal, penjual batu, pasir, juga bisa meraskan. Sisanya ada untuk pendidikan dan bidang lainnya,” jelasnya.
Ia mengajak masyarakat ikut mengawasi penggunaan dana pinjaman tersebut. “Seluruh lapisan masyarakat, wartawan, LSM, bersama DPRD nantinya ikut mengawasi penggunaan dana itu,” pintanya.
Terkait mekanisme pembayaran, Wayan Tagel menyebut bisa dilunasi selama 8 tahun. “Untuk dua tahun terakhir, tidak bayar. Selanjutnya bayar sampai delapan tahun ke depan,” beber Wayan Tagel. (jay)








