
TABANAN – Penerapna PPKM darurat bukan saja berdampak langsung kepada masyarakat tyerutama kelas bawah, juga bagi perusahaan jasa trasnportasi darat. Perusahaan otobus (PO) terpaksa mengurangi armada untuk melayani penumpang Jawa -Bali. Apalagi sejak Rabu 14 Juli 2021 mulai diberlakukan pembatasan waktu bagi penyeberangan kendaraan penumpang di Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang, membuat perusahaan transportasi mengalami dampak luar biasa.
Pembatasan ini bukan saja berlaku untuk penumpang kendaraan umum, baik bus atau travel lintas Jawa-Bali. Namun berlaku juga bagi pengendara sepeda motor, pengguna angkutan penyeberangan (pejalan kaki). Serta pengguna kendaraan pribadi atau sejenisnya. Pembatasan jam penyeberangan ini berlaku selama PPKM Darurat atau sampai dengan 20 Juli 2021. Sebagaimana surat Dinas Perhubungan Bali nomor 3.34.5506999/DISHUB tertanggal 13 Juli 2021.
Seperti dialami Perusahaan otobus Gunung Harta yang terpaksa mengurangi jumlah operasional armadanya baik dari dan keluar Bali. Jumlah bus yang dioperasikan maksimal delapan unit. Itupun dengan isi penumpang yang selalu di bawah 70 persen. Kalau sebelumnya bus antar kota antar provinsi yang dioperasionalkan antara 15 sampai 20 armada setiap hari secara bergiliran dari 80 armada yang dimiliki.
“Dampak PPKM darurat sangat luar biasa. Apalagi mulai malam ini, penyeberangan ditutup 19.00 WIB sampai 06.00 WIB. Jadi bus berangkat lebih awal,” sebut I Wayan Sutika Pemilik perusahaan otobus Gunung Harta, ditemui di kantornya Rabu (14/7).
Dikatakan, situasi ini, mengharuskan penumpang mesti menyiapkan diri lebih awal. Bukan saja menjalani swab antigen juga wajib sudha divaksin minimal tahap I.
“Kendalanya divaksin, karena antreannya cukup panjang di terminal Mengwi. Terus untuk antigen mesti agak pagi,” sebutya.
Disinggung soal tarif, Pria yang pernah menjabat anggota DPRD Bali periode 1999-2004 ini mengaku masih tetap sama. Kendati kondisinya tambah sulit untuk saat ini, sehingga tidak mungkin menaikkan tarif yanbng bisa memperburuk keadaan.
“Susah, Bagaimana mau naikkan tarif. Persyaratan untuk berangkat saja sudah menambah biaya yang dikeluarkan penumpang. Mudah-mudahan Covid segera berlalu,” pungkasnya. (jon)








