
TABANAN – Keberadaan GOR Debes baru di bagian utara komplek olahraga Debes, nampaknya dipastikan kelar tahun 2021 ini. Pemerintah Provinsi Bali telah mengucurkan dana bantuan keuangan khusus (BKK) senilai Rp 10 Miliar. Saat ini sedang proses lelang tahap evaluasi dan Agustus mulai dikerjakan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Penataan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) I Made Yudiana ketika dikonfirmasi menjelaskan kalau pembangunan gedung GOR Debes baru di bagian utara dipastikan akan tuntas. Diakui, Tabanan mendapatkan kucuran dana BKK dari Provinsi Bali senilai Rp 10 Miliar untuk menuntaskan bangunan gedung GOR. “Dipastikan untuk tahun ini (2021), seluruh banguan GOR Debes tuntas dikerjakan,” ungkapnya, Kamis 8 JUli 2021.
Dijelaskan, saat ini proses lelang di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Tabanan dan sudah tahap evaluasi pemenang tender proyek. Setelah proses tuntas dan pemenang tender atau lelang telah ditetapkan, maka pengerjaan kemungkinan akan dimulai Agustus ini.
“Masih proses lelang tahap evaluasi. Kalau tidak ada halangan, Agustus sudah mulai pembangunannya,” jelasnya.
Dikatakan, dalam proses pembangunan GOR Debes ini, ada beberapa rangkaian kerja yakni pekerjaan standar , non standar dan landscape. Pekerjaan standar yakni pembuatan talang air dari genteng serta pembuatan akses bagi penyandang disabilitas bisa menyaksikan pertandingan olahraga dengan nyaman. Pengerjaan non standar yakni aci (plester tembok) dan pengecatan serta pekerjaan lainnya seperti pemasangan batu tempel atau stil Bali.
“Sementara untuk landscape, pemasangan paving di keliling gedung GOR,” katanya.
Ditambahkan, kucuran dana ini merupakan tahap ketiga dari total anggaran yang dibutuhkan untuk menuntaskan GOR Debes sebesar Rp 43 Miliar. Tahap pertama tahun 2018 sebesar Rp 15 Miliar untuk pembangunan pondasi dan struktur bangunan. Tahap kedua di tahun 2019 menuntaskan lapangan dan tribun sehingga bisa digunakan untuk pertandingan saat Porprov 2019.
“Tahap ketiga ini untuk menuntaskan bangunan gedung dan landscape,” imbuhnya.
Sementara untuk kekurangannya berupa penataan kawasan di sekitar gedung, termasuk pembuatan candi bentar, pihaknya berharap tahun berikutnya ada kucuran dana baik dari BKK maupun sumber lain sekitar Rp 8 Miliar kekurangan dari total DED sebesar Rp 43 Miliar.
“Untuk menuntaskan sesuai dengan DED, masih butuh dana banyak. Namun kami mengerjakan sesuai dengan besaran dana yang ada,” sebutnya. (jon)








