
BRSU Tabanan
TABANAN – Merebaknya kasus Covid varian baru jenis delta di Pulau Jawa dikhawatirkan akan berimbas ke Bali. Apalagi jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali kembali meningkat. Mencegah adanya penyebaran covid terutama varian baru jenisdelta yang sangta berbahaya, BRSU Tabanan kembali memperketat aturan besuk dan penunggu pasien.
Direktur BRSU Tabanan, dr. I Nyoman Susila ketika dikonfirmasi mengatakan, kembali dilakukan pengetatan besuk pasien, merupakan edaran Menteri Kesehatan. Pihaknya telah mengeluarkan surat edaran nomor 445 / 1855/YAN/ BRSUD tertanggal 1 Juni 2021 lalu tentang pelarangan besuk pasien dan jumlah penunggu pasien.
“Ini sebenarnya sudah lama, hanya disegarkan kembali, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid terutama varian baru,” jelas dr. Susila, Kamis 24 Juni 2021
Dikatakan, dalam edaran tersebut, pihaknya melarang masyarakat membesuk pasien yang sedang dirawat, apalagi beramai-ramai. Pasien hanya boleh ditunggu satu ornag saja. Setiap penunggu pasien harus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat selama menunggu pasien.
“Penunggu pasien akan diberi identitas, ketika terjadi pergantian penunggu, kartu pengenal tersebut harus diberikan, sehingga bisa dipastikan satu pasien hanya ditunggu satu orang,” tandasnya.
Terkait penunggu yang menginap di luar bangsal yang sering banyak orang, Pihaknya akan melakukan penertiban dan menghimbau agar mereka tidak menunggu beramai-ramai.
“Cukup satu penunggu saja, jangan ramai-ramai, meski menunggu di ruang tunggu poliklinik saat jam pelayanan tutup,” tegasnya.
Hal ini kata dia, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu, juga mengantisipasi, keberadaan penunggu pasien yang banyak justru bisa membawa virus menyebabkan infeksi bagi pasien.
“Kebanyakan pengunjung yang besuk atau penunggu, bisa memperparah kondisi pasien,” tegasnya.
Diakui, pihaknya khawatir dengan penyebaran varian baru Covid ini. Apalagi kasus covid di Bali kembali meningkat. Kondisi ini tinggal menunggu waktu akan menyebar luas kalau tidak segera diantisipasi.
“Kami khawatirkan itu terjadi, tinggal tunggu waktu saja. Mencegah itu semuanya harus taat Prokes ,” sergahnya.
Terkait ketersediaan bed untuk penanganan pasien Covid , saat ini BRSU Tabanan memiliki 46 buah. 40 bed non bertekanan negatif, sementara enam bed bertekanan negatif. Saat ini, ketersediaan bed masih ada, karena pasien yang dirawat hanya empat orang saja.
“Soal bed saat ini masih tersedia, yang kami kahwatirkan kalau terjadi lonjakan kasus adalah ketersedian oksigen, karena pasien Covid butuh oksigen empat sampai enam kali lipat pasien biasa. Apalagi saat ini banyak perlu oksigen di wilayah terpapar covid seperti di Jawa. Beruntung kami menggunakan oksigen sistem terintegrasi tanpa tabung, terpenting pasokan gas masih lancar,” pungkasnya. (jon)








