
TABANAN – Cuaca buruk bahkan cenderung ekstrim masih melanda wilayah Bali. Hal ini menyebabkan gelombang tinggi di Samudra Indonesia. Ini membuat para nelayan termasuk di Pantai Yeh Gangga, Sudimara , Tabanan tidak berani melaut sementara waktu. Bahkan nelayan terpaksa menarik perahu mereka lebih jauh ke darat.
Cuaca Ekstrim tersebut masih akan terjadi dalam tiga hari ini merujuk dari data yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar. BMKG Wilayah III Denpasar Bali menyebut kondisi cuaca ekstrem akan terjadi dalam tiga hari kedepan 19 sampai 21 Juni (besok).
ini yang menyebakan Tabanan diperkirakan akan diguyur hujan deras disertai angin kencang di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Pupuan, Baturiti, Marga, Selemadeg dan sekitarnya. Dengan intensitas curah hujan sedang hingga lebat dan disertai petir.
Melihat kondisi ini, BMKG juga mengingatkan agar mewaspadai gelombang laut dengan ketinggian mencapai 2 meter berada pada selat Bali Bagian selatan, selat Badung, selat Lombok bagian selatan dan Samudra Hindia selatan Bali. Kondisi ini berimbang sampai wilayah pesisir Tabanan .
Salah satu nelayan yeh gangga Made Sukaya (57) mengaku sudah tiga hari tidak melaut. Lantaran tinggi gelombang laut yang mencapai 2-3 meter. Dengan kondisi demikian nelayan lebih banyak memperbaiki alat tangkap terutama jaring dan bubu lobster agar ketika kondisi cuaca bagus sudah siap melaut .
“Belum tahu ini kapan gelombang laut akan kembali normal, sudha tidak hari tak melaut. Sekarang hanya perbiaki jaring, bubu dan perahu,” ungkapnya, Minggu 20 Juni 2021.
Dia menjelaskan nelayan di Pantai Yeh Gangga selama ini tidak hanya mencari ikan, melainkan juga berburu lobster. Namun sayangnya ditengah pandemi Covid-19 permintaan lobster menurun. Imbas dari sepinya pariwisata. “
“Biasanya mencari lobster, namun pariwisata sepi, permintaan juga ikut sepi,” keluhnya.
Dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat seperi saat ini, dia mengajak seluruh nelayan untuk sementara waktu menunda melaut sampai cuaca membaik.
“Gelombang laut saat ini tinggi, jadi kalau memaksakan diri akan bahaya ,” pungkasnya. (jon)








