
TABANAN – Jajaran Polsek Marga didukung Polres Tabanan masih melakukan penyelidikan kasus pencurian benda-benda bersejarah perjuangan kemerdekan yang dikethaui hilang, Jumat 11 Juni 2021 lalu. Namun sampai saat ini kasus tersebut masih misterius. Petugas masih melakukan penyelidikan, pelaku belum terindetifikasi.
Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy PS Siregar usai penilaian kampung tertib lalu Lintas Sanggulan, Kamis 17 Juni 2021 tadi mengakui, kasus pencurian benda-benda milik para pejuang seperti dua tanda pangkat Mayor I Gusti Putu Wisnu yang terbuat dari tembaga, Dua samurai Pak Item lengkap dengan sarungnya, Samurai kecil milik Ibu Lasti, Sebilah golok Lombok serta sebilah keris Bali masih dalam proses penyelidikan.
“Kami mengalami kesulitan, karena tidak ada foto atau pembanding barang yang hilang,” ucapnya.
Diakui, benda-benda yang ada di Museum TPB Margarana khusnya bend ayang hilang tidak ada pengarsipanm, registrasi ataupun foto. Contohnya dua pangkat milik mayor Gusti Putu Wisnu yang terbuat dari tembaga ataupun samurai, pedang dan keris.
“Kami tidak ada contoh fotonya atau contoh pembandingnya bagaimana bentuk pengkat dan bahanya nya seperti apa. Kami perlu pembanding untuk mengetahui hal itu. Faktanya memang hilang,” sergahnya.
Diakui, pihaknya mengalami hambatan dalam proses penyelidikan karena ketiadaan pembanding atau regiatrasi dari benda yang hilang dan tercatat di instansi tertentu. Kini pihaknya berusha mendpatkan hal tersebut baik kepada keluarga ataupun pihak yayasan.
“Kami memang fokus pada pasal 480 KUHP, penadahnya. Sejauh ini kami sudah meminta keterangan tiga saksi,” tandas Kapolres Mario.
Seperti diketahui, Museum Yayasan Kebaktian Proklamasi yang berlokasi di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana,Marga, Tabanan dibobol maling. Pelakunya berhasil membawa kabur beberapa benda bersejarah pahlawan perang Puputan Margarana 20 November 1946.
Dari informasi yang dihimpun di lapangan, Benda bersejarah yang dilaporkan hilang dicuri antara lain dua tanda pangkat Mayor I Gusti Putu Wisnu yang terbuat dari tembaga. Dua samurai Pak Item lengkap dengan sarungnya. Samurai kecil milik Ibu Lasti. Sebilah golok Lombok serta sebilah keris Bali. Pencurian tersebut baru diketahui, Jumat 11 Juni 2021 sekitar pukul 10.00 WITA, saat pekerja sedang bersih-bersih. Salah satunya curiga telah terjadi pencurian. Saksi menemukan replika rudal Angkatan Laut KRI I Gusti Ngurah Rai sudah berada di luar areal gedung museum.(jon)








