
DENPASAR – Istilah PWR (Power to Weight Ratio) mungkin untuk konsumen sepeda motor belum begitu familiar di telinganya. Karena sebagian besar konsumen sepeda motor lebih mementingkan fitur, desain serta harga yang ditawarkan saat membeli sepeda motor.
Perlu diketahui, semua tipe sepeda motor tentu memiliki perbandingan antara tenaga mesin yg dihasilkan dengan bobotnya. Setiap sepeda motor memiliki angka efisiensi Power to Weight Ratio yang berbeda-beda. Power to Weight Ratio merupakan angka perbandingan antara tenaga mesin dengan bobot sepeda motor. Kita bisa menghitung sendiri angka Power to Weight Ratio ini dengan cara membagi tenaga kuda (horse power) dengan bobot kendaraan (kilogram). Power to Weight Ratio sangat berpengaruh terhadap performa dan akselerasi sepeda motor itu sendiri, jelas Andri Fistulariyanto (Promotion DDS Bali).
Diungkapkan Andri, di kelas maxi scooter, ternyata Yamaha All New Aerox yang memiliki angka Power to Weight Ratio paling baik. Hal ini karena Yamaha All New Aerox memiliki tenaga mesin 15,4 ps, bobot 132 Kg, Power to Weight Ratio 0,116. Sedangkan Yamaha All New Nmax memiliki tenaga mesin 15,4 ps, bobot 122 Kg serta Power to Weight Ratio 0,126. Semakin kecil angka Power to Weight Ratio (mendekati angka 1) berarti makin efisien tenaga mesin sepeda motor tersebut, ungkap Andri.
Menurut Andri dengan adanya Power to Weight Ratio ini tidak ada perawatan khusus namun disarankan untuk mengikuti perawatan mesin secara berkala (service rutin) sesuai periode yg ditentukan di buku manual. Untuk di Bali New Aerox std dibanderol Rp 26.785.000, New Aerox S Rp 30.245.000 dan New Aerox Monster edition Rp 30.745.000, ujar Andri.(pur/*)








