
DENPASAR -Investasi bodong masih saja kerap muncul, meski sudah ditertibkan oleh pihak berwenang. Pihak PT. Pegadaian Wilayah VII Denpasar menyikapi serius kondisi ini.
Deputi Bisnis Daerah Denpasar 1, Ketut Winata mengatakan perlu informasi maksimal kepada masyarakat, untuk membendung munculnya investasi bodong serta pinjaman online.
Ia juga mengatakan literasi warga Bali masih sekitar 8 persen. Pemahaman produk PT.Pegadaian oleh warga Bali baru 9 persen.
“Artinya informasi belum maksimal sampai ke masyarakat. Parahnya banyak investasi bodong muncul, pinjaman online. Ini jadi tanggung jawab sosial kami, bagaimana informasi itu sangat penting bagi masyarakat,” tandasnya disela-sela acara uji kompentensi wartawan (UKW) PWI, Jumat 28 Mei 2021 di Balai Diklat Provinsi Bali.
Ia berharap dari kegiatan itu (uji kompetensi) muncul informasi yang bertanggung jawab yang bisa diterima masyarakat.
Direktur UKW PWI Pusat Prof. Rajab Ritonga mengatakan, penyelenggaraan UKW untuk melahirkan wartawan yang profesional. “UKW di seluruh Indonesia, sekitar 13.000 sudah kompeten. Jumlah itu baru sekitar sepuluh persennya dari sekitar seratus ribu wartawan,” tandas Prof.Rajab.
Ketua PWI Bali, IGMB Dwikora Putra menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak PT. Pagadaian atas kerja sama yang dibangun dengan PWI Bali selama ini.
“Saya ucapkan terima kasih atas kerja samanya selama ini. Semoga kedepan kerja sama ini bisa berlanjut,” demikian Dwikora Putra (yan)








