
GIANYAR – Gubernur Bali Wayan Koster diharapkan bersurat ke Presiden Jokowi agar pariwisata bisa secepatnya dibuka kembali agar perekonomian bisa berjalan normal.
Harapan itu dilontarkan pelaku UMKM Wayan Parwata yang ditemui pada Rabu 26 Mei 2021. Pria asal Kelurahan Beng, Kabupaten Gianyar ini mengaku selama ini menggantungkan hidupnya dari produksi baju barong. “Sebelum pandemi produksi baju barong bisa 500 psc sehari dan sekarang ini menurun drastis. Kami hanya produksi dua minggu sekali, itu pun hanya sekadarnya,” tuturnya.
Parwata sudah 40 tahun menggeluti usaha pembuatan baju barong dan selama ini dijual di pantai dan pasar seni serta pusat oleh-oleh. “Sebagian besar pembeli baju barong adalah wisatawan,”ucapnya.
Di Banjar Kaja Kauh, Desa Beng, sebagian besar masyarakatnya memproduksi baju barong. Ia pun berharap pariwisata bisa dibuka kembali sehingga perekonomian bisa normal lagi. “Saya berharap bapak gubernur bisa memberikan solusi agar kami tetap bisa produksi,” harap bapak dua anak ini.
Segendang sepenarian, Anak Agung Ayu Putri Astrini (54) yang memiliki usaha pembuatan produk kesehatan kulit dari arang bambu juga berharap Gubernur Bali Wayan Koster berkomunikasi ke pusat agar pariwisata dibuka kembali. “Usaha kami sangat bergantung pada pariwisata. Sekarang produksi menurun drastis,”kata Anak Agung Ayu Putri Astrini.
Sebelum pandemi, produk yang dibuat Putri Astrini tembus pasar mancanegara seperti Spanyol, Perancis dan Jepang. Sedangkan di Indonesia pengirimannya ke wilayah Sumatera hingga Papua. Omzet yang menyentuh Rp 150 juta per tahun kini menurun hingga 90 persen.
Selain dampak pandemi, Putri Astrini juga terganjal aturan ekspor. Seperti di Jepang, aturannya cukup ketat yaitu satu orang untuk keperluan pribadi hanya boleh membeli sabun arang maksimal 24 biji. “Harga sabun arang mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 35.000 tergantung ukuran. Sedangkan ongkos kirimnya ke Jepang mencapai Rp 450.000,”ujarnya. (jay)








