
GIANYAR – Pemerintah Kabupaten Gianyar menggali potensi lain untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di saat industri pariwisata vakum selama pandemi Covid-19. Salah satunya rencana pembaruan tarif retribusi pungutan sampah.
“Kami sudah merancang optimalisasi PAD dari retribusi pelayanan persampahan. Paling lambat akhir tahun 2021 bisa diterapkan,”kata Kepala DLH Gianyar Ni Wayan Mirnawati, Kamis 20 Mei 2021.
Rencana kenaikkan retribusi sampah itu sudah melalui kajian. Pertama; pendataan wajib retribusi persampahan dari hotel, restoran, pertokoan, rumah kos, dan tempat usaha lainnya. “Kami juga menjajaki kerja sama dengan perbankan dalam penerapan sistem e-retribusi dan pungutan,” ungkapnya.
Kedua; menerapkan sistem e-retribusi terpadu untuk pedagang pasar Se-Kabupaten Gianyar, yaitu retribusi pasar, retribusi parkir, dan retribusi sampah yang nantinya dalam satu sistem pungutan sehingga lebih efektif dan efesien. “Retribusi pelayanan persampahan awalnya ditarget dalam APBD 2021 sebesar Rp 280 juta. Kalau ketiga sistem itu berjalan lancar, potensi PAD bisa mencapai Rp 2 miliar lebih dalam setahun,” ungkapnya.
Ketiga ; menunjuk satu kelurahan di Kota Gianyar untuk dijadikan pilot project sistem pemungutan retribusi dan pelayanan persampahan.
Selama ini, kata Mirnawati, sistem pemungutan belum efektif. Selain itu, kesadaran pemilik usaha maupun masyarakat membayar retribusi sampah masih perlu ditingkatkan. Berapa persentase kenaikan tarif retribusi sampah ? “Saya belum bisa publikasikan karena itu masih dalam bentuk draf dan masih dalam pembahasan di Dewan,”tegasnya.
Terpisah, Kepala Badan Pendapatan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Gianyar Ngakan Jati Ambarsika mengatakan, kenaikkan retribusi sampah sudah sejak lama diwacanakan. “Dulu pendapatan dari sana habis untuk operasional. Ke depan, iurannya per rumah dan itu ranahnya di DLH,” ujarnya.
Ngakan Jati Ambarsika mennyampaikan, PAD Gianyar selama pandemi anjlok. Tahun ini targetnya Rp 800 miliar, tapi sampai Mei baru Rp 112 miliar. “Kalau pendapatan dari pajak stagnan karena pengaruh pariwisata,”ungkapnya. (jay)








