
DENPASAR – KONI Kota Denpasar berharap besar cabang olahraga (Cabor) di bawah KONI Denpasar yang menyelenggarakan Walikota Cup nantinya, juga memperhatikan aturan untuk batas umur atlet yang berlaga. Utamanya untuk cabor yang memiliki aturan batas usia atau maksimal saat berlaga di Porprov Bali.
“Harapan kami seperti itu, dengan demikian maka pembinaan para atlet bisa berjalan dan berjenjang sehingga ke depannya bisa menjadi generasi bagi para seniornya. Tapi itu bagi cabor yang memiliki batas usia yang ditentukan di Porprov Bali. Tujuannya semua itu agar para atlet muda Denpasar bisa bermunculan dan bisa diukur prestasinya,” ungkap Sekretaris Umum (Sekum) KONI Denpasar Made Darmiyasa, Minggu 25 April 2021.
Meski demikian, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada 38 cabor yang menggelar Walikota Cup.
“Kalau ada cabor yang dipertandingkan di Poprorv Bali tanpa menggunakan batas usia ya silahkan saja, namun harapan kami tetap untuk di Walikota Cup diberikanlah kesempatan semua atlet muda bertanding atau diberikan pertandingan menggunakan kategori umur. Kalau bulutangkis sudah pasti atlet yang boleh turun maksimal berusia 17 tahun,” tegas Darmiyasa.
Tak dipungkiri, Walikota Cup tahun ini sudah digelar 12 kali dengan tujuan memunculkan para atlet muda yang ke depannya bisa membela Denpasar dan mengharumkan nama Denpasar baik di even regional, nasional maupun internasional. (ari)








