
GIANYAR – Pura Pemaksan Nataran di Banjar Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, dipasangi CCTV guna meningkatkan sistem keamanan di tengah maraknya kasus pencurian pratima.
Penyarikan Pura Pemaksan Nataran Gede Raka mengatakan. CCTV ini merupakan punia dari krama pemaksan. Mengingat maraknya pencurian pretima dan kasusnya belum ada yang terungkap di Kabupaten Gianyar. “Kesadaran krama untuk tetap waspada mengingat pencurian pretima marak,” ujarnya didampingi I Made Dearta, Minggu 11 April 2021.
Kendati telah dipasangi CCTV sejak seminggu lalu, krama tetap diarahkan untuk mekemit atau begadang. “Pakemitan tetap jalan. Setiap hari ada 10 krama yang piket,” ungkapnya.
Sekadar mengingatkan, enam pura di wilayah Gianyar dibobol maling. Tahun 2000 ada tiga pura yaitu Pura Taman Limut di Desa Pengosekan, Kecamatan Ubud, Pura Gunung Sari, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh; dan Pura Sakenan, Banjar Tengah, Kecamatan Blahbatuh.
Tahun ini, maling beraksi di Pura Dalem Sakti, Desa Adat Petemon, Banjar Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring, Pura Bendesa Manik Emas Batan Tingkih, Banjar Kesian, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar. Dan yang terbaru pencurian di Pura Tegallantang, Desa Adat Tegallatang, Kelurahan/Kecamatan Ubud.
Hingga kini, Polres Gianyar belum mengungkap pelaku pencurian pratima maupun benda sakral tersebut. Kapolres Gianyar AKBP Dewa Made Adnyana sebelumnya mengatakan, minimnya saksi dan barang bukti menjadi kendala anggotanya dalam melakukan penyelidikan. (jay)








